"Saya ingin menawarkan permintaan maaf dengan sepenuh hati, banyak konsumen yang bertanya-tanya apakah mobil saya oke," ungkap Toyoda seperti dikutip AFP, Jumat, (5/1/2010).
Toyoda yang merupakan cucu dari pendiri Toyota tersebut berpidato dalam sebuah konfrensi pers malam ini di Nagoya, Jepang yang kemudian disiarkan langsung di kantor pusat Toyota di Tokyo melalui jaringan satelit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Percaya kepada saya, mobil Toyota aman. Kami selalu mengutamakan konsumen," ujarnya ketika diminta untuk berbicara dalam bahasa Inggris.
Selain meminta maaf, Toyoda juga menegaskan Toyota tidak pernah menutup-nutupi kesalahan produksi atau masalah keamanan mobilnya. Sebelumnya Toyota dinilai lembaga keselamatan transportasi AS NHTSA mengetahui pedal gasnya bermasalah sejak 2007 lalu. Namun Toyota dituding tidak melakukan perbaikan untuk segera mengatasi hal itu.
Saat ini Toyoda akan melakukan pengawasan mutu yang lebih ketat lagi dengan membentuk panitia khusus yang akan dia kepalai langsung.
"Perbaikan pedal gas di AS, Eropa dan China sudah berjalan, begitu proses ini selesai kami akan memberi tahu Anda," ujarnya.
Masalah Rem Prius
Sementara itu mengenai dugaan masalah rem pada Prius, produsen terbesar di dunia ini mengakui ada kesalahan pada rem Prius generasi ketiga terbaru yang mulai dijual pada bulan Mei tahun lalu. Namun Toyoda tidak mengumumkan recall tapi hanya mengatakan bahwa minggu ini sedang mempertimbangkan hal itu.
Pernyataan Toyoda ini merupakan jawaban atas sekitar 100 pengguna Prius yang mengeluhkan adanya masalah pada sistem pengereman. Atas keluhan-keluhan itu, lebih dari 270 ribu unit mobil hybrid itu terancam akan di tarik.
Kemunculan Toyoda di muka umum ini memang sangat dinantikan. Toyoda menjadi pelit berbicara ketika recall mobil Toyota merebak akhir-akhir ini.
Pernyataan pertama Toyoda sebenarnya muncul saat dia menghadiri World Economic Forum minggu lalu di Davos, Swiss.
Toyoda saat itu mengungkapkan penyesalannya saja atas recall yang menimpa 8 juta mobil Toyota.
Namun menurut berbagai kalangan menilai pernyataan Toyoda itu belum cukup mengingat Toyota merupakan perusahaan publik dan Toyoda sebagai bosnya harus memperlihatkan respons yang baik terhadap isu recall.
Toyoda, yang merupakan cucu dari pendiri Toyota, memimpin perusahaan otomotif terbesar dunia itu pada akhir tahun lalu. Toyoda di masa kepemimpinannya berjanji akan membuat Toyota kembali ke masa keemasan.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun