Hal ini dilakukan biasanya karena si pemilik ingin naik tingkat, misalnya dari mobil kelas low-end ke kelas medium.
Fenomena itu diakui oleh Herjanto Kosasih yang merupakan Senior Marketing Manager Sentra Mobil Bekas, WTC Mangga Dua. Herjanto menjelaskan bahwa persentase pembelian mobil dengan cara tukar tambah ini dari hari ke hari makin meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih lanjut Herjanto, bila si pemilik menjual mobilnya dulu ada beberapa kelemahan misalnya waktu untuk mendapatkan dana segar tergolong lama, begitu pula dengan harganya yang tidak jelas.
"Dengan jalan tukar tambah mereka akan lebih simple, tinggal bawa mobil dan menukarnya dengan mobil yang diinginkan, itu kan tidak makan waktu banyak seperti misalnya kita jual mobil dulu," tandasnya.
Fenomena itu pun menurut Herjanto terjadi di Sentra Mobil Bekas WTC Mangga Dua. Informasi yang didapatnya dari 400an pedagang mobil bekas yang ada di WTC Mangga Dua ini, hampir semuanya pernah merasakan bertransaksi tukar tambah dengan persentase yang semakin meningkat.
Sebenarnya metode pembelian mobil bekas dengan cara tukar tambah ini bukan hanya
menguntungkan konsumen dari segi waktu dan kepraktisannya tapi juga menguntungkan pedagang dari segi ketersediaan mobil bekas.
"Sekarang kan penjualan meningkat drastis dibanding tahun lalu, sehingga mobil
bekas makin sulit didapat. Dengan metode ini pedagang kan tidak akan kehabisan
barang jadinya, karena ibaratnya mereka cuma ganti mobil jualan saja," pungkas
Herjanto.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat