Toyota Motor Co dianggap lalai melakukan perbaikan dan membiarkan kendaraan-kendaraan itu. Melihat hal itu, pemerintahan Barack Obama melalui Menteri Transportasi Amerika Serikat Ray LaHood sampai geram.
"Kami belum selesai dengan Toyota. (Kami) akan terus periksa kemungkinan cacat lain dan memantau pelaksanaan recall," ungkap LaHood seperti detikOto kutip dari The Detroit News, Rabu (3/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab di bawah undang-undang federal Amerika, pabrikan mobil dapat didenda hingga US$ 16,375 juta per recall. Sedangkan diler yang kedapatan masih menjual kendaraan yang sedang direcall itu akan didenda US$ 6.000 per kendaraan.
Pada tahun 2004, General Motors membayar denda terbesar yakni mencapai angka US$ 1 juta untuk menyelesaikan tuduhan bahwa mereka gagal melakukan recall tepat
waktu untuk memperbaiki masalah pada wiper 581.344 kendaraan yang diproduksi pada tahun 2002 dan 2003.
"Sejak pertama kali diajukan pertanyaan mengenai kemungkinan cacat keamanan, kami telah mendorong Toyota untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi konsumen. Sementara Toyota mengambil tindakan yang bertanggung jawab sekarang, sayangnya sudah sampai ke titik ini," ujar LaHood.
Menanggapi pernyataan keras tersebut, Toyota menyatakan siap bekerja sama, karena keselamatan konsumen merupakan kepentingan yang terbaik.
"Dan kami mengambil nasehatnya yang sangat serius serta tetap menerapkan penarikan kembali. Kami sangat berterima kasih atas nasihat itu dan kami merasa telah diberi kesempatan untuk mendapatkan kembali kepercayaan pelanggan kami. Kami akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan NHTSA pada semua isu-isu keselamatan kendaraan," ungkap juru bicara Toyota.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun