Jalan Kaki Bakal Lebih Cepat dari Naik Kendaraan

Jalan Kaki Bakal Lebih Cepat dari Naik Kendaraan

- detikOto
Selasa, 02 Feb 2010 18:15 WIB
Jalan Kaki Bakal Lebih Cepat dari Naik Kendaraan
Jakarta - Pemerintah harus berbuat sesuatu untuk menata ulang sistem tranportasi perkotaan Indonesia khususnya Jakarta. Jika tidak, maka tidak menutup kemungkinan pejalan kaki akan lebih cepat dibandingkan dengan kendaraan umum atau pribadi.

Hal itu diungkapkan Koordinator Forum Urban Transportasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MIT), Heru Sutomo disela-sela jumpa pers di gedung Ranuza jalan Timor, Menteng, Jakarat Pusat, Selasa (2/2/2010).

"Akibat macet parah maka tidak menutup kemungkinan pejalan kaki akan lebih cepat dari pada mobil," ucap Heru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heru juga mengatakan jika pemerintah RI terus acuh dan tidak tanggap dengan kondisi jalanan di Jakarta, besar kemungkinan Jakarta menjadi ibu kota termacet se-ASIA. "Jika ini tidak dibenahi maka Jakarta akan menjadi kota termacet se-ASIA," tegas Heru.

Menurut data dari MTI yang didapatkan detikOto, setiap tahun kecepatan rata-rata lalulintas kendaraan berkurang 1 km/jam atau 3,6 persen, Bandung sebesar 3,2 persen. Dan hingga saat ini pengurangan itu sudah mencapai 20 km/jam. Besar kemungkinan sepuluh tahun mendatang kondisi jalanan Jakarta akan benar-benar mandek.

Dan jika kejadian itu terus terjadi yakni buruknya sistem tranportasi Jakarta maka Lambat laun kondisi perekonomian di Indonesia tidak akan kompetitif dengan negara lain. "Hal terburuk negara kita tidak bakan kompetitif dengan negara lain," tandasnya.

"Dan seharusnya Pemda DKI mempunyai pemikiran yang cermat agar kejadian itu tidak bertambah parah," tambahnya.

Hal itu sebenarnya sejalan dengan prediksi mantan gubernur Sutiyoso yang pernah memprediksi kalau jalanan Jakarta akan macet total pada 2014 mendatang, sementara Walhi memprediksi lebih cepat lagi yakni 2011 Jakarta akan macet total. Hal itu dikarenakan fasilitas jalan tidak akan dapat menampung laju pertumbuhan kendaraan yang ada di perkotaan. (ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads