"Iya gue khawatir dengan penarikan itu. Takut efeknya besar," kata Manda kepada
detikOto, Senin (1/2/2010).
Manda sendiri mengaku pernah mengalami kerusakan pada power window mobilnya. Power window Honda City yang ia gunakan pernah mati ketika ia mencuci mobilnya. Matinya power window mobil ia ketahui setelah ia mengunjungi bengkel mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara teknisi tersebut mengatakan matinya power window disebabkan kabel power window yang tidak rapih. "Kata montirnya karena kabel yang berantakan, sangat tidak rapih," tutur Mandha. "Saya takut penyebab kebakaran karena itu," tambahnya.
Namun ada juga pengguna Honda City yang malah senang dengan adanya recall Honda City.
"Itu justru bukti kalau produsen mobil bertanggung jawab dengan mobil hasil produksinya. Kan bagus nanti kita dapat komponen baru," ujar Stevan.
Pendapat Stevan dikuatkan oleh pengamat otomotif Achdiat A Suhadi. Recall bisa jadi sebuah kebanggan.
"Tapi biar bagaimanapun, secara umum recall justru bisa menjadi sebuah kebanggaan, karena itu menunjukan kalau produsen tersebut bertanggung jawab," ujarnya.
Achdiat pun menuturkan, kalau masalah recall ini tidak akan terlalu berdampak pada penjualan mobil. Menurut Achdiat untuk ukuran produsen Jepang rasanya masih terlalu kuat untuk diacuhkan konsumen.
"Tidak sampai kesitu, kalaupun sampai penjualan turun turun, itu bisa karena banyak hal, bukan hanya karena recall saja," ungkapnya.
Achdiat justru merasa salut dengan produsen Jepang yang berani mengumumkan recall terhadap produknya. "Karena itu biayanya sangat tidak murah, itu sangat mahal, karena produk sudah ada di pasaran," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas