Angka itu sebenarnya masih angka sementara, sebab Toyota sendiri hingga saat ini masih menyelidiki berapa jumlah mobil sebenarnya yang harus ditarik.
Seperti dikutip situs resmi Toyota, Senin (1/2/2010) 8 model dipastikan akan ditarik Toyota seperti Toyota Aygo produksi Februari 2005 - Agustus 2009, IQ produksi November 2008 - November 2009, Yaris produksi November 2005 - September 2009, Auris produksi Oktober 2006 - 5 Jan 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi terlepas dari 8 model tadi, Toyota memastikan bahwa mobil model lain yang dimiliki Toyota bebas dari masalah dan tidak terpengaruh isu recall, begitu pula semua model yang mengusung nama Lexus.
"Kami memahami bahwa situasi saat ini telah menciptakan kekhawatiran, dan kami sangat menyesal. Kami juga ingin untuk meyakinkan pelanggan kalau potensi masalah pada pedal gas sangat jarang terjadi. Tindakan yang diumumkan adalah tindakan pencegahan yang bertujuan untuk menjamin standar keamanan tertinggi untuk semua pelanggan," ujar Presiden dan CEO Toyota Motor Eropa Tadashi Arashima.
Dalam beberapa kasus, pedal gas Toyota ini tersangkut dan terus ngegas serta sangat sulit dikembalikan ke posisi netral. Namun Toyota mengatakan bahwa selain memang terjadi masalah di pedal tersebut, hal itu juga merupakan hasil kombinasi dari situasi dan kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan gesekan yang akhirnya membuat pedal itu harus lebih keras ditekan tapi lambat untuk kembali dan dalam kasus terburuk, gas akan terus terbuka.
Ini tentu berbahaya bagi setiap pengendara, tidak hanya membahayakan dirinya namun juga keselamatan pejalan kaki pun juga terancam.
Toyota telah mengidentifikasi solusi untuk masalah ini, dan saat ini sedang dalam tahap akhir evaluasi dan mengkonfirmasi semua pelanggannya. Segera setelah penanggulangan dikonfirmasi, Toyota akan berkomunikasi dengan semua pelanggan dan pihak terkait lainnya mengenai rincian bagaimana tindakan perbaikan dan prosedur pelaksanaan harus dilakukan.
Dan sebagai langkah evaluasi, Toyota mulai menjalankan produksi dengan menggunakan bagian-bagian yang berbeda dari telah yang telah teraplikasi di model-model Toyota yang dijual di Eropa sebagai bagian dari 'kebijakan peningkatan kualitas berkelanjutan'.
Jadi di Eropa, Toyota beranggapan mereka tidak perlu menghentikan produksinya. Terlebih Toyota Motor Eropa sendiri juga belum menemukan adanya kecelakaan akibat masalah ini.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Prabowo Sebut Semua Mobil-motor Bakal Pakai Listrik, Orang Kaya Isi Bensin