Peluang Motor China Tahun Ini

Peluang Motor China Tahun Ini

- detikOto
Senin, 11 Jan 2010 17:22 WIB
Peluang Motor China Tahun Ini
Jakarta - Dari beberapa merek motor China yang sempat eksis di pasar roda dua tanah air, saat ini baru beberapa yang masih eksis. Namun, bukan berarti geliat motor China tahun ini bakal redup.

Dengan mempertahankan segmentasi daerah pinggiran (luar pulau Jawa) yang menyasar konsumen kelas bawah, diprediksikan eksistensi motor China masih akan terus bertahan, bahkan tumbuh di tahun 2010 ini.

Seperti yang diutarakan Marketing Division Head PT Triangle Motorindo sebagai pengembang motor merek Viar, A. Z. Dalie. Menurutnya, dengan tetap mempertahankan harga jual rendah, motor Cina bisa bertahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kita punya segmen pasar yang tidak bisa ditembus merek-merek mapan, yang bakal tidak mau menurunkan harga jualnya secara drastis untuk mengimbangi kita," ujarnya ketika berbincang dengan detikOto.

Karena bagi masyarakat pinggiran, motor adalah utilitas, sebuah kebutuhan transportasi mereka, sehingga model tidak menjadi prioritas, kecuali harga jual yang benar-benar sesuai dengan kantung mereka.

"Wilayah itu yang akan kita ambil, segmen 'under low-end' istilahnya menurut saya," tambahnya.

Sehingga, untuk tahun 2010 ini saja, Viar berani menargetkan penjualan mereka sebanyak 15.000 unit perbulannya. Naik dua kali lipat dibanding 2009 yang hanya pada kisaran 6.000 sampai 7.000 unit.

"Kita coba kembalikan kejayaan tahun 2008 lalu, dimana Viar bisa menembus angka 15.000 unit perbulannya," ujar Dalie optimistis.

Apalagi jika perjanjian perdagangan bebas antara China dan Indonesia sudah dijalankan. Pasar motor pun diprediksi berbagai kalangan bakal diserbu oleh barang otomotif dari China. Serbuan kendaraan dari China itu merupakan dampak dari kesepakatan ASEAN-China Free Trade Area yang sudah disepakati kedua pihak pemerintah.

Dalam kesepakatan tersebut, ada kausul yang menyebutkan bahwa kendaraan-kendaraan dari China baik itu mobil dan motor berhak masuk ke pasar Indonesia tanpa harus dibebani oleh bea masuk (BM).

Jadi dengan lahirnya kesepakatan tersebut, motor China yang banyak beredar awal masa reformasi pada tahun 1998-1999 tentu akan kembali hidup dan menjamur.

Dalam kesepakatan tersebut, sebenarnya kendaraan dari China itu memang akan dikenai bea masuk sampai 5 persen, tapi usulan itu baru akan diberlakukan pada 2020 mendatang. Nah untuk permulaan semua kendaraan dari negeri tirai bambu itu akan dibebas biayakan alias gratis masuk.

Dan bila dahulu dengan beban bea masuk yang sudah mereka tanggung, merek-merek China masih mampu menjual motor dengan harga yang murah, bagaimana bila bea itu dihapuskan? Tentu produk-produk ini akan semakin tak terbendung lagi....

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads