Mercedes-Benz Menjadi Pembayar Denda Tertinggi di AS

Mercedes-Benz Menjadi Pembayar Denda Tertinggi di AS

- detikOto
Minggu, 03 Jan 2010 15:12 WIB
Mercedes-Benz Menjadi Pembayar Denda Tertinggi di AS
Jakarta -
Pabrikan mobil asal Jerman, Mercedes-Benz ternyata menjadi pabrikan otomotif pembayar denda terbesar di Amerika.

Denda tersebut merupakan sanksi administratif yang wajib dibayar Mercedes-Benz ke pemerintahan pimpinan Obama karena kendaraan dari pabrikan ini tidak memenuhi standar efisiensi bahan bakar yang telah ditetapkan Amerika.

Menurut laporan dari Badan Keamanan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Mercedes-Benz diharuskan membayar denda hingga $ 6.8 juta atau sekitar Rp 67,3 miliar.

Seperti dilansir leftlanenews, jumlah tersebut ternyata dianggap kecil oleh Mercedes-Benz, namun bila melihat angkanya, tetap saja jumlah denda itu merupakan yang terbesar dari enam pabrikan yang di denda negeri paman Sam selama tahun 2009 silam.

Total denda yang ditarik Amerika dari pabrikan-pabrikan yang tidak memenuhi standar emisi mereka sendiri mencapai $ 13 juta atau sekitar Rp 12.8 miliar.

Angka tersebut memang termasuk kecil bila kita melihat denda yang harus dibayarkan Merceds-Benz saja di tahun 2008 yang mencapai $ 28.9 juta. Ketika itu Mercedes-Benz berada di urutan kedua sedangkan peringkat teratas ada pada Daimler Chrysler yang di denda $ 30.3 juta oleh pemerintah AS.

Tingginya nilai denda terkait standar emisi ini sendiri mernurut NSTHA terjadi akibat pabrikan-pabrikan yang bermain di kelas premium cenderung tidak mengindahkan masalah konsumsi bahan bakar dalam pertimbangan mereka membangun mobil. Diharapkan dengan denda itu, pabrikan sudah mulai memikirkan masalah konsumsi bahan bakar tersebut.

Pemerintah Amerika sendiri saat ini sedang mengodok sebuah peraturan baru terkait standar emisi ini untuk para produsen mobil yang hanya menjual di bawah 400.000 unit per tahun di pasar otomotif Amerika.
(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads