Tak Seburuk Yang Dibayangkan

Catatan Akhir Tahun

Tak Seburuk Yang Dibayangkan

- detikOto
Kamis, 31 Des 2009 15:45 WIB
Tak Seburuk Yang Dibayangkan
Jakarta - Di penghujung 2008, industri otomotif di dunia dan Indonesia diliputi kekhawatiran cukup dalam. Saat itu industri otomotif dihantui krisis finansial yang mengancam industri ke titik nadir perkembangannya.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, krisis finansial yang menghantui semua pelaku industri otomotif dalam negeri ternyata tidaklah berdampak seburuk yang dibayangkan sebelumnya.

Pelaku industri otomotif yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) maupun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) bahkan tercatat beberapa kali merevisi target tahunan di industri mobil dan motor ke angka yang lebih baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gaikindo di awal tahun hanya berani menargetkan penjualan total mobil di Indonesia hanya mencapai 300.000 unit mobil saja. Hal itu tentu turun drastis dari perolehan tahun 2008 yang mencapai total sekitar 600.000 unit.

Namun melihat perkembangan pasar yang semakin membaik, di pertengahan tahun 2009 Gaikindo kemudian merevisi target mereka menjadi 450 ribu unit dan melihat perolehan total dari Januari sampai November yang sudah di angka 438.025 unit target tersebut pun sangat mungkin untuk dipenuhi.

Sementara keadaan industri sepeda motor domestik nampaknya lebih baik lagi dan bahkan sudah mampu menembus target penjualan tahunan yang dipatok hanya 5 juta unit di tahun 2009 ini.

Sebab secara keseluruhan hingga November 2009 ini, penjualan motor di tanah air selama tahun 2009 sudah mencapai 5,3 juta unit. Padahal angka itu belum menghitung hasil penjualan motor tanah air di bulan Desember ini.

Dengan hasil tersebut, berarti total penjualan motor di Indonesia hanya turun sedikit dari total penjualan motor di tahun 2008 yang berada di kisaran 6 juta unit.

Dan yang lebih membanggakan, penjualan motor Indonesia bisa dikatakan menjadi penyokong pendapatan pabrikan motor secara global. Sebut saja Honda yang ketika krisis tengah panas bergulir menjadi satu-satunya pabrikan otomotif di dunia yang masih mampu merenguk untung. Itu di dapat dari divisi motor.

Motor Honda sendiri seperti kita ketahui bersama merupakan merek motor dengan penjualan paling besar di Indonesia yang tentu menyumbang pendapatan yang tidak sedikit untuk Honda di Jepang sana.

Sementara Yamaha Indonesia yang mengalami booming penjualan selama tahun 2009 ini juga dianggap menjadi penyelamat Yamaha pusat. Hal ini bisa dimaklumi sebab di saat penjualan motor berlambang garpu tala itu mengalami kemunduran di pasaran dunia yang memaksa pimpinan Yamaha Jepang mundur, di negara kita, Yamaha Indonesia malah menjadi pabrikan motor paling berkembang selama 2009 ini.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads