Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Ahli Menteri Kebudayaan dan Pariwisata bidang Perekonomian dan Iptek Titin Sukarya dalam pembukaan 3rd Otoblitz International Classic Car Show (OICCS) 2009 di Balai Kartini, Jakarta.
Titin beranggapan pameran-pameran seperti halnya pameran mobil klasik ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan tidak hanya dalam negeri namun juga wisatawan manca negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titin menjelaskan bahwa dengan berbagai pameran dan event kreatif yang diselenggarakan tahun lalu, Indonesia berhasil meraih 6,4 juta wisatawan mancanegara dengan devisa sekitar Rp 7,3 miliar.
Karena itulah Titin sangat mendukung adanya pameran mobil klasik semacam ini. Bahkan Titin malah menyarankan panitia dan para penggemar mobil klasik di Indonesia untuk menyebar-luaskan virus ini ke seluruh Indonesia, dan tidak hanya mengadakan pameran sejenis di Jakarta saja.
"Saya kira kota-kota seperti Yogyakarta, Manado, Makassar juga sudah siap menggelar acara semacam ini, dan saya harap kedepannya Indonesia bisa jadi destinasi bagi para pecinta mobil klasik di seluruh dunia," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB