Ingin Buka Pabrik Sendiri, Geely Harus Hati-hati

Ingin Buka Pabrik Sendiri, Geely Harus Hati-hati

- detikOto
Kamis, 17 Des 2009 11:29 WIB
Ingin Buka Pabrik Sendiri, Geely Harus Hati-hati
Jakarta - Langkah produsen mobil China PT Geely Mobil Indonesia (GMI) untuk membuka pabrik di tanah air dinilai sebagai langkah yang berani. Banyaknya saingan di pasar mobil tanah air harus diwaspadai oleh Geely.

Hal tersebut disampaikan Direktorat Jendral Industri Alat Transportasi dan Telematika
Budi Darmadi, di Jakarta (16/12/2009).

"Geely seharusnya melangkah lebih hati-hati untuk membuka pabrik di Indonesia," kata Budi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ungkapan itu dikatakan Budi karena banyak pesaingan di industri otomotif nasional. "Dan sebaiknya Geely menyewa tempat rakitan dulu," ucapnya.

Namun Budi menjelaskan jika PT GMI sudah merasa kuat dari segi produk dan segalanya, rencana membuka pabrik rakitan boleh-boleh saja. "Tetapi kalau sudah benar-benar percaya diri," tambah Budi.

Namun pemerintah Indonesia sendiri lanjut Budi membuka pintu lebar-lebar atas kedatangan Geely. "Indonesia sangat welcome jika Geely investasi untuk buka pabrik, tapi sekali lagi harus hati-hati," pungkas Budi.

Geely Holding Group melalui PT Geely Mobil Indonesia (GMI) berencana akan membuka pabrik di Indonesia dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun kedepan. Dan dari rencana besar itu, PT Geely Mobil Indonesia (GMI) berencana akan memenuhi pasokan mobil ke negara ASEAN.

Untuk sementara Geely Holding Group masih menunggu kesepakatan Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China.

Jika kesepakatan tersebut mendukung rencana Geely maka tidak menutup kemungkinan Geely buka pabrik di tanah air. "Niat kami ingin membuka pabrik di Indonesia dalam jangka waktu 3 sampai 5 tahun, tetapi masih menunggu hasil dari FTA," tegas Presiden Geely Holding Group Yang Jian.

Geely sendiri saat ini masih 'nebeng' memproduksi mobilnya di pabrik perakitan milik PT Astra International di Sunter, Jakarta.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads