Hal tersebut disampaikan Direktorat Jendral Industri Alat Transportasi dan Telematika
Budi Darmadi, di Jakarta (16/12/2009).
"Geely seharusnya melangkah lebih hati-hati untuk membuka pabrik di Indonesia," kata Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Budi menjelaskan jika PT GMI sudah merasa kuat dari segi produk dan segalanya, rencana membuka pabrik rakitan boleh-boleh saja. "Tetapi kalau sudah benar-benar percaya diri," tambah Budi.
Namun pemerintah Indonesia sendiri lanjut Budi membuka pintu lebar-lebar atas kedatangan Geely. "Indonesia sangat welcome jika Geely investasi untuk buka pabrik, tapi sekali lagi harus hati-hati," pungkas Budi.
Geely Holding Group melalui PT Geely Mobil Indonesia (GMI) berencana akan membuka pabrik di Indonesia dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun kedepan. Dan dari rencana besar itu, PT Geely Mobil Indonesia (GMI) berencana akan memenuhi pasokan mobil ke negara ASEAN.
Untuk sementara Geely Holding Group masih menunggu kesepakatan Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China.
Jika kesepakatan tersebut mendukung rencana Geely maka tidak menutup kemungkinan Geely buka pabrik di tanah air. "Niat kami ingin membuka pabrik di Indonesia dalam jangka waktu 3 sampai 5 tahun, tetapi masih menunggu hasil dari FTA," tegas Presiden Geely Holding Group Yang Jian.
Geely sendiri saat ini masih 'nebeng' memproduksi mobilnya di pabrik perakitan milik PT Astra International di Sunter, Jakarta.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Bikin SIM Digital Nggak sampai 5 Menit, Tanpa Biaya