Produksi Motor Harus Dibatasi

- detikOto
Selasa, 15 Des 2009 10:22 WIB
Karawang - Banyak kalangan menilai, angka produksi motor di Indonesia sebagai sebuah prestasi tersendiri. Namun, tidak untuk seorang Bupati Kabupaten Karawang, Dadang S. Muchtar.

Menurutnya, produksi motor jutaan unit, yang tentunya bakal disertai dengan angka penjualan yang fenomenal juga, hanya kelihatannya saja sebagai prestasi yang membanggakan.

"Tapi sebenarnya membuat masyarakat kita miskin," ujarnya di sela-sela ekspor perdana Honda Freed ke Thailand di pabrik Honda Karawang.

Maksudnya, papar Dadang, dengan produksi motor yang tidak terbatas tersebut, kecenderungan masyarakat Indonesia menjadi konsumtif dan selalu didorong oleh rasa ingin memiliki motor baru.

"Padahal, tidak semua masyarakat kita mampu, tapi berbagai kemudahan ditawarkan ATPM, sehingga mereka bisa membeli motor baru," ujar Dadang.

Sekarang, Upah Minimum Kota saja, untuk Kota Karawang hanya pada kisaran Rp 1 juta saja, sedangkan untuk membayar cicilan motor, rata-rata pada kisaran Rp 500 ribu.

"Bayangkan, uang sisanya sekitar Rp 500 ribu, untuk makan sekeluarga, bagaimana tidak terjadi gizi buruk?" tegas Dadang.

Karenanya, ia meminta, meskipun produksi motor yang terus meningkat dari tahun ke tahun adalah sebuah prestasi yang membanggakan, namun para ATPM juga harus membuat keseimbangan.

"Jangan hanya bisa mendorong untuk membeli, tapi juga sesuaikan dengan kemampuan mereka," ujarnya. (bgj/ddn)