Karenanya, untuk mengantisipasi kejadian-kejadian tidak terduga di jalan raya seperti itu, baiknya kita menggunakan cara mengemudi defensif atau defensive driving.
Menurut Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, untuk jalan raya Jakarta yang semrawut, paling cocok dan aman adalah cara mengemudi defensive driving tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, kita jangan pernah menyalahkan faktor di luar pengemudi dan mobil, ketika terjadi kecelakaan," ujarnya ketika memberikan materi dalam Always Drive Safe, di sirkuit Bridgestone, Karawang, Sabtu (12/12/2009)
Jadi, papar Jusri, banyak anggapan yang salah terjadi pada masyarakat ketika terjadi kecelakaan. Seperti misalnya kita menabrak karena sedan hujan lebat sehingga pandangan terbatas. Kita pasti beralasan menabrak karena pandangan terbatas.
"Nah, sudah tahu pandangan terbatas, harusnya kita antisipasi dengan memperlambat laju mobil, jadi jangan menyalahkan pandangan yang terbatas," ujarnya.
Sehingga, ketika di jalan raya, terkadang skill sehebat apapun seperti pembalap tidak akan berguna, bila tidak dilengkapi dengan cara berpikir yang benar dan menyadari risiko yang bakal diterima seorang pengemudi.
"Sejago apapun kita nyetir, tetap saja kita tidak akan pernah tahu apa isi kepala pengemudi lain," cetus Jusri.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP