Namun bagaimana performa Toyota Avanza 1.3 G Matik. Untuk membuktikannya, PT TAM memberi kesempatan kepada wartawan otomotif Indonesia untuk menjajal Avanza 1.3 G Matic akhir pekan lalu dengan rute jalan tol Jakarta - Ciawi - Puncak - Padalarang - Bandung - Jakarta.
Head Public Relatian PT TAM, Rouli Sijabat menjelaskan dengan dipilihnya rute tersebut untuk membuktikan kemampuan transmisi matik Toyota Avanza 1.3 G. "Nanti ketahuan bagaimana mobil Avanza 1.300 cc G Matik dapat melewati rute itu dengan mudah," kata Rouli sebelum keberangkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun terlepas dari itu, detikOto merasakan perpindahan gigi yang halus ketika tuas transmisi diletakan pada Drive βDβ dari varian 7 penumpang itu. Hal itu seperti yang detikOto duga sebelumnya. "Lumayan halus juga," ujar rekan 3 jurnalis kala itu bersama detikOto. DetikOto rasakan terjadi perpidahan dari gigi pertama ke gigi kedua terjadi pada putaran 4.400 rpm.
Mobil pun terus melaju hingga keluar di pintu tol Ciawi, dan penasaran akan performa Toyota Avanza 1.300 cc G Matik di tanjakan semakin besar. "Namun tenang mobil tersebut bukan transmisi matik konvensional. Sebab Avanza sudah dibenamkan transmisi D3," jelas rekan jurnalis yang duduk disamping pak supir (detikOto). "Benar juga bos," cetus pengemudi.
Buru-buru detikOto pun langsung memindahkan tuas ke posisi "D3" agar tarikan lebih bertenaga dan akselerasi lebih responsif. Ketika menghadapi tanjakan sepanjang jalur puncak, gear Avanza 1.3 G Matik bekerja sangat maksimal meski dipenuhi 4 jurnalis Indonesia (termasuk detikOto). Perpindahan gigi satu dan dua pun sangat halus meski bermain di rpm tinggi.
Dan disaat turunan selepas puncak pas menuju Cianjur, detikOto cukup dengan memindahkan tuas transmisi ke posisi 2 guna menahan laju mobil akibat turunan tajam.
Setelah apa yang dirasakan sepanjang jalur puncak yang didominasi oleh tanjakan, macet dan turunan, detikOto merasakan kenikmatan berkendara ketika dibelakang kemudi Toyota Avanza 1.300 cc G Matik.
Penasaran akan performa di rute tanjakan pada varian MPV matik low cost car itu pun akhirnya pupus. Yang ada hanya meninggalkan kesan jika mobil tersebut sangat cocok untuk dikendarai di jalan normal, tanjakan bahkan terjebak macet dalam tanjakan.
Dengan mudah rombongan wartawan akhir melaju menuju hotel megah yang terletak di Padalarang, Jawa Barat.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?