Hal tersebut disampaikanΒ salah satu dosen pembimbing ITSΒ Prof Ir Soebagijo MSEE PhD saat dihubungi Senin (23/11/2009).
"Harganya sekitar US$ 6.000 tapi itu kan perkiraan. Karena untuk masalah harga kita harus menghitung berapa dana yang kita habiskan untuk membuat mobil ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soebagijo juga menjelaskan, nantinya mobil yang menghabiskan dana Rp 80 juta ketika dikembangkan ini akan terus disempurnakan dengan mengurangi baterai menjadi tiga sehingga bisa dinaiki empat orang.
Mobil ini pun kapasitasnya masih sedikit karena hanya berisi dua penumpang serta hanya mampu berjalan 20 kilometer per jam. Namun meski demikian, sebagai salah satu pelopor tentu kehadiran mobil listrik ITS ini bisa menjadi penyegar di pasar mobil tanah air.
(bdh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik