Hal tersebut dikemukakan oleh Presiden DirekturΒ PT Indomobil Group Gunadi
Sindhuwinata di Jakarta akhir pekan lalu.
"Kalau pertumbuhan ekonomi sesuai prediksi di angka 6 persen, maka pasar otomotif kita kemungkinan juga akan tumbuh 10-12.5 persen dari tahun ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Disini pemerintah banyak berperan membuat iklim investasi dan ekonomi tetap stabil, misalnya saja tidak mengeluarkan aturan yang kontra produksif terhadap industri. Biarkan dulu industri ini tumbuh," ujarnya.
Sebab menurutnya pasar Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial dan termasuk kuat menghadapi gempuran krisis finansial yang beberapa waktu lalu melanda dunia. Terlebih perusahaan pembiayaan alias leasing pun juga masih gencar membiayai kredit dan sanggup melayani pertumbuhan itu.
Bahkan untuk kendaraan roda dua, penjualan total tahun ini diprediksi akan melampaui target yang ditetapkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang 'hanya' 5 juta unit saja.
"Tahun ini penjualan motor secara keseluruhan kita prediksi bisa sampai ke angka 5,4 juta unit," ujar Gunadi yang juga merupakan Ketua Umum AISI ini.
Sementara untuk roda empat, Gunadi pun memperkirakan angka penjualannya akan naik bila tahun ini diperkirakan penjualannya akan ada di sekitar angka 450-500 ribu unit di tahun depan angka itu diprediksi akan meningkat.
"Tahun depan mobil juga akan naik seperti motor, karena kan biasanya angka penjualan motor sepuluh kali lipat penjualan mobil, jadi kalau motor naik, mobil juga akan naik," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas