Mobil Hybrid Perlu Biar RI Tak Terpinggirkan

Mobil Hybrid Perlu Biar RI Tak Terpinggirkan

- detikOto
Jumat, 30 Okt 2009 14:10 WIB
Mobil Hybrid Perlu Biar RI Tak Terpinggirkan
Jakarta - Di Jepang dan negara AS mobil-mobil hybrid sudah biasa ada di jalanan. Fenomena kendaraan yang memiliki motor ganda itu diperkirakan baru menjadi standar di Indonesia pada 2020 mendatang.

Sebab Departemen Perindustrian ternyata telah mematok bahwa di tahun 2020 itu, mobil-mobil hybrid bisa banyak berseliweran di jalan-jalan Indonesia.

"Semoga di tahun 2020 mendatang, hybrid bisa jadi standar kita," ungkap Direktur Industri Alat Transportasi darat dan Kedirgantaraan Departemen Perindustrian Panggah Susanto di sela-sela seminar mengenai Green Car di Ballroom FX Plaza, Senayan, Jakarta, (29/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu tentunya bisa dicapai bila kebijakan di bidang otomotif bisa berpihak pada industri otomotif, walaupun hingga kini Panggah mengakui kordinasi antara Depperin dan Departemen lain seperti Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) masih terbilang rendah.

"Tren ini sangat bagus dan positif biar kita enggak jadi negara pinggiran," pungkasnya.

Hybrid sendiri menurut Panggah merupakan jenis teknologi yang paling masuk akal untuk diterapkan di Indonesia, sebab teknologi mobil listrik masih jauh dan terkendala masalah infrastruktur pengisiannya. "Mobil listrik masih sulit, apalagi masalah tempat charge-nya," cetus Panggah.
(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads