Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi mulai tahun depan produksi mobil di Indonesia mempunyai syarat 60% kandungan produk ini berasal dari dalam negeri. Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan kebijakan pendukung mengenai rencana produksi mobil murah tersebut.
Edy menambahkan produksi mobil murah ini untuk tahap pertama ditargetkan sebanyak 40 ribu buah dan tahap kedua sebanyak 100 ribu buah. Sampai 2014, ditargetkan angka produksi bisa mencapai 300 ribu sampai 600 ribu.
Edy berpendapat akan dibuat sebuah kebijakan untuk mensukseskan program mobil murah. Sampai saat ini, kebijakan mengenai produksi mobil murah masih digodok pemerintah. Namun, menurut Edy, kebijakan tersebut akan rampung akhir tahun sehingga tahun depan Indonesia dapat memulai produksi.
"Insya Allah sampai akhir tahun kebijakan selesai dan tahun depan sudah bisa mulai produksi," ujar Edy di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat 2/10/2009.
Kebijakan yang tengah disusun ini misalnya Departemen Perdagangan yang akan tetap menjaga dari serbuan produk luar negeri seperti India dan China, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan semakin mempermudah perizinan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menjaga HAKI dan mengurangi pembiayaan yang tidak perlu.
Untuk memperbanyak produksi mobil murah di Indonesia, pemerinth dikatakanEdy bisa saja mengeluarkan kebijakan seperti penyesuaian Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) harga mobil. Selain itu, kebijakan yang dibuat ini akan menentukan status mobil murah ini.
"Setelah produksi berjalan, pembicaraan akan membahas apakah mobil murah dengan harga Rp 60 juta ini masuk barang mewah atau tidak," ungkap Edy.
Edy menjelaskan jika mobil ini tidak termasuk barang mewah maka harga mobil ini bisa lebih murah lagi karena tidak dikenakan PPnBM. Tidak hanya murah, mobil yang dilabeli mobil murah di Indonesia ini juga akan berlabel kendaraan ramah lingkungan.
"Kita akan kembangkan mobil ini karena Thailand saat ini sedang jenuh. Berarti kita ada prospek besar untuk menarik minat investor luar," harap Edy.
(nia/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB