SIM Ketat Sudah Jadi Standar Internasional

SIM Ketat Sudah Jadi Standar Internasional

- detikOto
Kamis, 01 Okt 2009 17:10 WIB
SIM Ketat Sudah Jadi Standar Internasional
Jakarta - Setiap calon pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) mulai tahun depan harus
menujukkan sertifikat safety riding sebelum mereka mengajukan pembuatan SIM.

Upaya ini dilakukan agar nantinya hanya orang-orang yang memiliki kemampuan
berkendara dengan baiklah yang pantas menjadi pemilik SIM. Dan ini ternyata
telah menjadi standar international.

Hal ini diungkapkan Instruktur Safety Riding dari Safety Riding dan Driver
Center, Joel Mastana di sela-sela jumpa pers U mild U Bikers Festrack di Gran Indonesia Jakarta, Kamis (1/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sengaja kami minta perketat dan untungnya kepolisian setuju karena ini memang telah menjadi standar pembuatan lisensi mengemudi di berbagai negara," ungkapnya.

Sertifikat tersebut menurut Joel harus dimiliki orang calon pemilik SIM sebelum mereka mendaftar untuk mendapatkan SIM.

"Sertifikat ini nanti akan dikeluarkan oleh lembaga independen yang ditunjuk kepolisian, baru setelah calon itu sudah lulus ujian safety riding di lembaga itu, sertifikat dibawa ke tempat pembuatan SIM sebagai salah satu syarat," papar Joel.

Proses tersebut pun ternyata tidak hanya sampai disitu saja. Sebab di tempat pembuatan SIM nanti, si calon pemilik masih harus menjalani sejumlah tes mulai dari tes tertulis dan praktek.

"Tapi jangan anggap ini akan sama dengan ujian test seperti yang sekarang
dilakukan ya, karena semua testnya sudah dirombak total dan tentu akan lebih sulit lagi," jelas Joel.

Ujian tertulis menurut Joel akan berisi tentang pengetahuan safety riding yang lebih rinci lagi, sedangkan ujian praktek akan di rombak total. Bila sebelumnya hanya ada 3 macam ujian praktek di sepeda motor ujian berjalan lurus, melingkar dan angka delapan, tahun depan akan dirubah menjadi enam meteri baru antara lain, kemampuan mengerem, berjalan zig-zag, berjalan di plang besi.

"Saat ini semua polisi yang bertugas mengetes para calon sedang di training
secara intensif," ucapnya.
(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads