Alasan Terselubung Yang Membuat TMS Sepi

Alasan Terselubung Yang Membuat TMS Sepi

- detikOto
Kamis, 01 Okt 2009 07:17 WIB
Alasan Terselubung Yang Membuat TMS Sepi
Tokyo - Minimnya produsen mobil yang berpartisipasi pada pagelaran Tokyo Motor Show (TMS) yang akan dilangsungkan pada 24 Oktober sampai 4 November mendatang seolah menimbulkan pertanyaan. Apa sih sebenarnya penyebab ajang ini bisa sampai sepi.

Alasan utama semua pabrikan tidak ingin hadir di TMS tentu saja dikarenakan adanya krisis finansial yang menerjang hampir semua pabrikan otomotif di seluruh dunia.

Inilah hal yang menjadi alasan utama pabrikan, terutama yang dari luar Jepang
untuk tidak mengikuti ajang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun lebih dari itu, bila kita perhatikan ternyata ada hal yang lebih besar yang menjadi penyebab pabrikan non Jepang enggan mengikuti ajang ini salah satunya adalah kebangkitan penjualan otomotif pabrikan-pabrikan Jepang di seluruh dunia.

Dominasi pabrikan Jepang di pasar otomotif global terutama diwakili oleh Toyota dan Honda sepertinya membuat 'iri' negara-negara produsen otomotif lain. Seperti benua Eropa dengan raksasa Volkswagen-nya dan Amerika yang masih menyisakan legenda GM dan Ford.

Apalagi ketika pabrikan Jepang, Toyota, sudah berhasil menggeser dominasi pabrikan Amerika, General Motors (GM) yang sudah puluhan tahun menjadi raja di industri otomotif global sehingga kini seolah ada sentimen di antara pabrikan-pabrikan yang ada di kedua negara tersebut.

Hal tersebut dapat kita perhatikan ketika beberapa pabrikan Jepang terutama Toyota terlihat ragu-ragu untuk mengikuti ajang Detroit Auto Show yang merupakan pagelaran otomotif terbesar di Amerika meskipun pada akhirnya pabrikan mobil terbesar di Indonesia dan dunia ini jadi ikut ajang tersebut.

Sentimen kedua benua pun berlanjut hingga akhirnya berujung di absennya tiga raksasa Amerika yakni Ford, GM dan Chrysler di ajang TMC.

Nah, ketika sentimen antar pabrikan di benua Amerika, Asia dan Eropa ini terus berlanjut, tentu saja yang akan diuntungkan adalah negara-negara yang dianggap
netral oleh pihak-pihak itu seperti Swiss yang menghelat Geneva Motor Show serta China yang menggelar Shanghai Motor Show.

Jadi tidaklah aneh bila Shanghai pada tahun ini mampu menghadirkan 77 merek mobil asing, jauh lebih banyak dari Tokyo yang hanya menargetkan dapat menarik 10 merek asing saja untuk ikutΒ  berpartisipasi di TMS.

Hal ini tentu saja adalah suatu kemunduran. Terlebih dalam masa kejayaannya dulu Tokyo bisa menghadirkan 361 perusahaan di tahun 1995. Begitu pula pada tahun 2007 dimana 241 perusahaan ikut ambil bagian di ajang ini.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads