Tarif Tol Naik Bukan Berarti Bebas Macet

Tarif Tol Naik Bukan Berarti Bebas Macet

- detikOto
Senin, 28 Sep 2009 16:00 WIB
Tarif Tol Naik Bukan Berarti Bebas Macet
Jakarta - Banyak pihak beranggapan, kenaikan tarif tol yang hari ini mulai diberlakukan sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi, sehingga mau tidak mau ya harus menerima.

Begitupun dengan masih banyaknya keluhan-keluhan masyarakat, bahwa selain
infrastrukturnya yang masih banyak yang jelek, kemacetan yang kerap terjadi
di jalan tol pun masih menjadi topik terhangat keluhan pengguna jalan tol.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Departemen Pekerjaan Umum, Nurdin Manurung,
beranggapan, kemacetan yang masih kerap terjadi salah satunya karena jaringan yang belum sempurna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jalannya masih kurang panjang, tapi sudah dijejali dengan populasi berlebih, wajar kalau macet," ujarnya kepada detikOto, Senin (28/9/2009).

Selain itu, kemacetan lebih kepada tingkat kedisiplinan para pengguna jalannya, ditambah dengan populasi lalu-lintas kendaraan dijalan tol yang terlalu banyak.

"Seharusnya para pelanggar tersebut ditindak, karena kita sudah membuat
aturannya, cuma mungkin karena terlalu banyak, jadi pusing petugasnya," cetus Nurdin. Per 28 September 2009 ini, tarif 14 ruas jalan tol di Indonesia mengalami kenaikan.

Kenaikan terendah naik Rp 500 dan kenaikan tertinggi naik Rp 10.500 dan mulai berlaku pukul 00.00 tanggal 28 September 2009.

Lihat juga, daftar kenaikan tarif tol.
(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads