Sejalan dengan perkembangan teknologi masin yang membuat pilihan mesin kendaraan dengan kapasitas yang lebih bervariasi, maka penamaan dari kendaran tersebut disesuaikan dengan definisi yang tidak hanya terkait dengan kapasitas mesin, akan tetapi disesuaikan dengan output atau tenaga yang dihasilkan kendaraan.
"Saat ini nomenclature kita ubah sesuai dengan output atau tenaga yang
dihasilkan kendaraan," kata Produk Manager PT MBI Dani M. Yahya di Hotel Crowne Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai dengan rumusan baru. Jika kendaraan berada di kategori di bawah 240 maka penamaannya sesuai kelipatan dengan 20, seperti 140, 160, 180, 200, 220, 240.
Apabila kendaraan tersebut masuk ke dalam ketegori lebih besar dari 250 maka penamaannya akan diberikan seusai kelipatan 50 seperti 250, 300, 350, 400, 450, 500, 550, 600.
Perubahan nomenclature ini diawali dari peluncuran E-Class W212 yang
menghadirkan tipe-tipe seperti E300 (2.996 cc) dan E350 (3.498 cc), kali ini diperkenalkan pula B 180 yang tadinya menyandang nama B 170 dengan kapasitas mesin yang sama yaitu 1.699 cc.
Dani menegaskan, pengkategorian ini sudah berlangsung sejak Juni 2009 lalu dan untuk pemulaan, Mercedes Benz E-Class yang akan diproduksi setelah Lebaran di Wanaherang, Jawa Barat, akan mulai menggunakan nomenclature baru tersebut.
"Produksi E-Class di Wanaherang nanti akan mulai menggunakan Nomenclature baru," paparnya.
Nomenclature sekaligus mencerminkan tingkat model Mercedes-Benz. Makin tinggi angka nomenclature maka makin tinggi strata maupun tenaga kendaraan tersebut.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif