Proton beranggapan hal tersebut tidaklah berimbas secara langsung terhadap penjualan Proton karena itu masuk dalam ranah politik dan sosial bukan bisnis.
Hal tersebut diungkapkan oleh Marketing and Communication PT Proton Edar Indonesia (PEI), Permata Islam ketika berbincang dengan detikOto, Senin (31/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab Atha tetap meyakini bahwa secara produk, Proton akan tetap diminati meskipun kini terjadi isu klaim budaya itu.
Dengan adanya isu yang kurang sedap tersebut malah Atha berharap kedua negara dapat lebih bijak menghadapinya dan tiadk terlalu mengandalkan emosi saja.
"Kedua negara harusnya lebih bijak menghadapi isu ini, karena semuanya kan sebenarnya bisa dibicarakan," pungkasnya.
(syu/ddn)










































