Pabrikan Motor di RI Gaspol! Laris di Dalam dan Luar Negeri

Pabrikan Motor di RI Gaspol! Laris di Dalam dan Luar Negeri

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 02 Okt 2026 18:26 WIB
Pengunjung mencari informasi tentang spesifikasi sepeda motor di pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (24/9/2025). Pameran ini tidak hanya banyak peluncuran motor baru, tapi juga berbagai program seru
Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Pabrikan sepeda motor di Indonesia lagi moncer alias laris manis. Bukan cuma di dalam negeri, tapi juga pasar eskpor.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Feby Setyo Hariyono menyebut, sepanjang Januari-Agustus 2026, penjualan motor di pasar domestik tembus 4,36 juta unit.

Angkanya naik 2,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan kata lain, jutaan unit motor baru sudah mengaspal di jalanan dalam kurun waktu delapan bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak cuma jago kandang, motor buatan Indonesia ternyata makin dilirik pasar luar negeri. Kinerja ekspornya melaju mulus.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sebanyak 432.842 unit dikirim secara utuh keluar negeri. Sebagai pembanding, periode yang sama tahun lalu cuma dikirim sebanyak 366.321 unit.

"Tidak hanya pasar domestik, kinerja ekspornya juga menunjukkan perkembangan yang positif. Secara kumulatif, ekspor sepeda motor dalam bentuk CBU meningkat 18,19 persen, sedangkan ekspor komponen tumbuh 28,87 persen," jelas Feby dalam keterangannya dikutip Jumat (2/10/2026).

Pada awal tahun lalu, AISI memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik akan berada di kisaran angka 6,4 juta-6,7 juta unit sepanjang 2026

AISI kini tak lagi menampilkan rincian penjualan motor berdasarkan model maupun segmennya. Meski begitu, seperti yang sudah diketahui secara umum, skuter matik (skutik) masih menjadi segmen paling dominan di pasar motor Tanah Air, jauh mengungguli segmen sport maupun bebek.

Feby menegaskan, momentum ekspansi KBLI 30 perlu terus dijaga karena ditopang oleh sejumlah industri strategis dengan karakteristik pasar yang berbeda. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan menjaga kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, serta memastikan keberlanjutan permintaan.



(riar/dry)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads