Pajak Progresif Lemahkan Daya Beli

Pajak Progresif Lemahkan Daya Beli

- detikOto
Jumat, 07 Agu 2009 16:15 WIB
Pajak Progresif Lemahkan Daya Beli
Jakarta - Ngototnya pemerintah untuk menerapkan pajak progresif bagi setiap pemilik kendaraan dipandang dapat melemahkan daya beli masyarakat dan karenanya tidak bagus untuk situasi ekonomi sekarang ini.

ATPM motor pun angkat bicara mengenai hal ini. "Pajak ini akan melemahkan daya beli masyarakat kita dan itu tidak bagus," ujar General Manager Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala ketika berbincang dengan detikOto, Jumat (7/8/2009).

Padahal menurut Sigit, saat ini kondisi industri otomotif Indonesia sedang bagus-bagusnya dan terbukti dapat bertahan walaupun digempur oleh guncangan krisis ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lihat saja, di tengah krisis saja, total pasar kita yang tadinya diprediksi akan turun antara 29-30 persen ternyata dianggap masih mampu bertahan dengan penurunan hanya 10-12 persen di akhir tahun nanti," papar Sigit.

Karena itulah kebijakan ini, lanjut Sigit, dianggap sebagai penghalau kebangkitan industri otomotif Indonesia yang mulai berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini.

"Semoga pemerintah dapat lebih bijaksana memandang hal ini dan mencoba memandang jauh ke depan, tidak mikir pendek dengan mengeruk uang dari pajak saja," harap Sigit.

Karena menurut Sigit dengan industri otomotif yang berkembang pesat, pendapatan pemerintah tentu akan makin banyak. Sedangkan bila pajak ini jadi penyebab turunnya volume penjualan otomotif, tentu bukannya bertambah, pendapatan pemerintah dari pajak malah akan berkurang.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads