ATPM motor pun angkat bicara mengenai hal ini. "Pajak ini akan melemahkan daya beli masyarakat kita dan itu tidak bagus," ujar General Manager Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala ketika berbincang dengan detikOto, Jumat (7/8/2009).
Padahal menurut Sigit, saat ini kondisi industri otomotif Indonesia sedang bagus-bagusnya dan terbukti dapat bertahan walaupun digempur oleh guncangan krisis ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itulah kebijakan ini, lanjut Sigit, dianggap sebagai penghalau kebangkitan industri otomotif Indonesia yang mulai berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini.
"Semoga pemerintah dapat lebih bijaksana memandang hal ini dan mencoba memandang jauh ke depan, tidak mikir pendek dengan mengeruk uang dari pajak saja," harap Sigit.
Karena menurut Sigit dengan industri otomotif yang berkembang pesat, pendapatan pemerintah tentu akan makin banyak. Sedangkan bila pajak ini jadi penyebab turunnya volume penjualan otomotif, tentu bukannya bertambah, pendapatan pemerintah dari pajak malah akan berkurang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?