Karena sesungguhnya, produsen pelumas mesin kendaraan pun harus memiliki SNI untuk setiap produknya.
Hal itu untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif dari berbagai oknum, seperti pemalsuan misalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WGI sendiri merupakan sebuah perusahaan produsen pelumas bermerek Evalube yang baru saja meluncurkan sebuah produk khusus untuk motor matik.
"SNI pada produk pelumas, sedikit-banyak akan mengurangi angka pemalsuan di bisnis ini," ujarnya.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Ari ini pun menjelaskan bahwa saat ini dari kebutuhan nasional yang mencapai 650 ribu-700 ribu kilo liter ini terdapat sekitar 10 persen oli palsu yang beredar.
"Bila melihat angka memang kecil, tapi bila dirupiahkan bisa lumaya, bisa sampai miliaran," pungkas Ari.
Standar baku dari pemerintah itu pun menurut Ari juga berguna untuk mencegah terjadinya efek negatif yang akan diterima masyarakat yang menggunakan oli palsu yang kualitasnya tentu meragukan.
"Jadi semua orang yang pakai jadi yakin," tandasnya.
Pemerintah pun menurut Ari sudahlah tidak memiliki lagi alasan untuk tidak menerapkan SNI di produk pelumas yang beredar di pasaran.
Sebab bila dahulu pemerintah selalu berkilah tidak adanya laboratorium penelitian oli yang independen dan memadai, kini pertamina dan BP Migas telah memilikinya.
"Jadi pemerintah sekarang sudah tidak punya alasan dan seharusnya bergerak cepat," tukasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?