Hal tersebut diutarakan CEO PT Super Gasindo Jaya, Koentjoro Njoto, ketika berbincang dengan detikOto, beberapa waktu lalu.
Koentjoro mengungkapkan, Tawon enggan untuk ditampilkan karena menilai masih terlalu dominannya pengaruh mobil luar negeri di industri otomotif nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya merasa Tawon lebih baik diarahkan untuk ditampilkan pada gelaran pameran yang memang diperuntukan khusus bagi produk-produk Indonesia.
"Lebih baik nanti saja, pada pameran yang akan diselenggarakan Departemen Perindustrian," tukas Koentjoro.
Pada kesempatan yang sama, Koentjoro pun menuding bahwa banyak terdapat indikasi maupun kecenderungan bahwa industri otomotif nasional akan terus berada di bawah tekanan para produsen luar negeri.
"Ini kan di Indonesia, seharusnya made in Indonesia, jangan mau terus didominasi mereka, toh walau masih jelek,kita tidak pernah curi-curi dari mereka," ujar Koentjoro berapi-api.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB