Misalnya produsen helm yang satu ini yakni PT Triona Multi Industri, selaku produsen Helm merek SHC, melalui direkturnya, Sonny H Chuhairy, yang menyatakan siap mendukung 100 persen Helm wajib SNI.
Hal tersebut disampaikan ketika berbincang dengan detikOto, disela-sela acara Fun Rally bersama Polisi Militer, di PUSPOMAD TNI, Gedung Gajah Mada, jalan Merdeka Timur, Jakarta, Minggu, (12/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga, bagaimanapun regulasinya, sebisa mungkin kita sesuaikan, karenanya kita siap untuk itu dan mendukung 100 persen," cetus Sonny.
Produsen helm yang memiliki pabrik di Cikupa, Tanggerang ini pun tidak hanya asal bicara, buktinya mereka menyatakan sampai saat ini, terutama untuk produk-produk barunya semua sudah memiliki logo SNI berembos pada sisi bagian kanan bawah batok helm.
Hal tersebut dilakukan tentunya sebagai komitmen mereka untuk tidak hanya memasarkan prpoduk, tapi juga mementingkan sisi keselamatannya.
"Jadi enggak asal murah, laku, tapi nol kualitas, kita ngga mau seperti itu," pungkas Sonny.
Karenanya, SHC selaku produsen mengaku tidak terlalu bermasalah ketika harus menambahkan label SNI dengan cara diembose, meskipun harus menambah ongkos produksi.
"Tidak terlalu signifikan lah penambahan biaya produksinya, justru yang banyak makan biaya itu saat proses penyesuaian standarisasai SNI tersebut," tutupnya.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB