Hal tersebut diutarakan Presdir Indomobil Grup Gunadi Shinduwinata, kepada detikOto.
"Di sini, hampir 85% penjualan mobil menggunakan kredit. Di situ, kredit sebagai instrumen ekonomi berperan dengan baik," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunadi menuturkan lebih dipilihnya kredit oleh masyarakat bukan karena daya belinya yang rendah, sehingga memilih jalur kredit. Namun justru itu adalah indikasi pasar mulai membaik.
"Yang penting, semuanya berputar dulu. Apa orang harus menunggu 15 tahun dulu untuk membeli dengan cash?" kata Gunadi.
Meski suku bunga sudah mulai turun, Gunadi berharap suku bunga bisa kembali turun lagi agar bisa menggairahkan pasar mobil.
"Kan pastinya berpengaruh terhadap daya beli masyarakat," pungkasnya.
Dia juga mengharapkan bank lebih banyak mengucurkan kredit untuk pembiayaan otomotif. "Hanya saja, likuiditas masih kurang, karena Bank belum mau membuka, jadi masih agak seret," ucapnya.
Namun Gunadi yakin, bila semua faktor tersebut sudah kondusif, niscaya penjualan akan kembali meningkat.
"Terlebih saat ini, institusi pembiayaan sudah mulai mencari pendanaan sendiri," tutupnya.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas