GMAI Ingin Boyong Merek Mobil GM Lainnya

GMAI Ingin Boyong Merek Mobil GM Lainnya

- detikOto
Rabu, 03 Jun 2009 13:00 WIB
GMAI Ingin Boyong Merek Mobil GM Lainnya
Jakarta - PT GM Autoworld Indonesia (GMAI) yang menjadi distributor salah satu merek GM yakni Chevrolet tertarik untuk memboyong mobil-mobil dari merek GM lain. GMAI di Indonesia kini baru memegang lisensi merek Chevrolet.

Hal itu ditegaskan oleh Managing Director GMAI Mukiat Sutikno dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (2/6/2009).

"Saya sudah membicarakan ini ke beberapa petinggi GM dan mereka cukup antusias," ujar Mukiat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ketika disinggung mengenai merek apakah itu, Mukiat ternyata masih enggan memberi tahu. "Nanti saja deh," ujarnya.

GM sendiri kedepannya hanya mempertahankan empat merek mereka. Selain Chevrolet, GM juga akan mempertahankan merek Cadillac, Buick dan GMC.

Jadi bisa dipastikan merek yang akan dibawa oleh GMAI pun ada diantara tiga merek terakhir itu.

"Tebak saja sendiri," tukasnya.

GM Bangkrut GMAI Tak Panik

Disinggung mengenai bangkrutnya GM di AS, GMAI membantah pihaknya ikut-ikutan panik dengan kolapsnya prinsipalnya di AS sana.

"Kami sama sekali tidak panik, namun memang kami harus menjelaskan duduk perkara masalah yang terjadi di Amerika agar semuanya mengerti," ujarnya.

Karena menurut Mukiat ada banyak persepsi salah yang beredar luas di masyarakat.
"Dan itu semua harus diklarifikasi," ujarnya.

Mukiat pun mencontohkan bahwa banyak konsumen yang takut terhadap produk GM
akibat prinsipal mereka di Amerika terkena masalah.

Padahal lanjut Mukiat ada empat wilayah kerja yang menjadi wilayah operasi GM di
seluruh dunia dan wilayah-wilayah ini masing-masing berdiri sendiri dan tidak
saling terkait.

Ke-4 wilayah operasi GM tersebut meliputi, Amerika Utara, Asia Pasifik, Eropa
dan LAAM (Amerika Latin, Afrika Serta Timur Tengah).

Dan GM Indonesia sendiri lanjut Mukiat berada di bawah pengawasan GM Asean dan
GM Asia Pasifik bukan Amerika.

Karena itulah, apapun yang terjadi di Amerika sana, keadaan GM di Indonesia
tidaklah terlalu banyak terpengaruh.

"Jadi kami tidak panik dengan keadaan Amerika, kalau kami panik, bukannya
mendingan kami ngumpet aja," ujarnya.

Begitu pula dengan persepsi bahwa karena masalah di GM Amerika pelayanan GM di
Indonesia akan terabaikan.

"Itu tidak mungkin terjadi, karena GM Indonesia itu sangatlah beda dengan GM
Amerika, jadi tidak bisa disamakan dong," pungkasnya.






(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads