Diler-diler GM Tetap Beroperasi Meski Prinsipal Bangkrut

Diler-diler GM Tetap Beroperasi Meski Prinsipal Bangkrut

- detikOto
Senin, 01 Jun 2009 17:27 WIB
Diler-diler GM Tetap Beroperasi Meski Prinsipal Bangkrut
Jakarta - Pelayanan diler-diler merek GM di Indonesia yakni Chevrolet tetap berjalan normal. Malah Chevrolet akan membuka diler baru dalam waktu yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan Managing Director PT GM AutoWorld Indonesia (GMAI) Mukiat Sutikno dalam press briefing di The Roemah, Lebak Bulus, Jakarta, Senin (1/6/2009).

"Semua diler Chevrolet akan tetap beroperasi bahkan dalam 3 bulan mendatang Chevrolet akan menambah 2-3 diler baru di Indonesia," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mukiat kembali menegaskan layanan purna jual dan jaminan dari Chevrolet tetap berlaku. "Dan penyediaan suku cadang tetap kami jamin bagi diler maupun pelanggan hingga masa-masa yang akan datang," ujarnya.

Indonesia di mata GM merupakan pasar yang sangat penting. "Untuk itu kami tetap berupaya dan bekerja keras melangsungkan bisnis kami di sini, dan mengembangkannya agar terus maju dan menjadi besar," ujarnya.

GM pun tidak mengubah targetnya menjadi agen penjual nomor 5 di kelas penumpang di pasar Indonesia.

"Dan tahun ini dari target 2.600 unit, per Juni ini penjualan sudah mencapai 1.000 unit atau 970 unit lebih," tutup Mukiat. Roemah 7A.

Kebangkrutan GM di AS akan mencatat sejarah kebangkrutan manufaktur terbesar di AS.

Didirikan pada tahun 1908, GM sebelumnya mampu menjual kendaraan lebih banyak ketimbang para pesaingnya selama periode 1931 hingga 2008, sebelum akhirnya diambil alih oleh Toyota.

Pangsa pasar GM di Amerika bahkan terus tergerus dari 54% pada tahun 1954 menjadi hanya 22% pada tahun 2008.

GM yang pada tahun 2004 mampu mencetak pendapatan hingga US$ 2,8 miliar selanjutnya terus merugi. GM kehilangan hampir US$ 88 mliar dari tahun 2005 hingga kuartal I-2009.

Jumlah karyawan GM juga terus berkurang seiring dilakukannya restrukturisasi. Pada tahun 1978, GM memiliki karyawan global hingga 850.000, dimana 600.000 diantaranya adalah pekerja di AS. Dengan jumlah karyawan itu, maka GM tercatat sebagai perusahaan swasta nasipnal AS dengan pekerja terbanyak.

Namun pada tahun 2005, jumlah karyawan menyusut menjadi hanya 335.000 orang dan angkanya terus berkurang hingga di bawah 200.000 untuk seluruh dunia pada tahun 2009 ini.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads