Salah satunya muncul dari pengamat otomotif Martin T. Teiseran.
"Sangat setuju kalau pemerintah segera merealisasikan konversi kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas," kata Martin T. Teiseran ketika berbincang via telepon dengan detikOto, Senin (1/6/09).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggunaan bahan bakar gas ini sangat ramah lingkungan, selain itu, ruang bakar kendaraan pun menjadi bersih," cetusnya.
Meski, lanjut Martin, biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit untuk seperangkat alat BBG.
Di tahun 2000, alat ini mencapai harga Rp 4-6 juta, dan kemungkinan saat ini bisa mencapai Rp 9 juta di pasaran.
Namun harga yang itu tidak menjadi kendala bagi konsumen untuk memilikinya, karena masyarakat pemakai mobil saat ini mengetahui alat apa yang bisa menghemat konsumsi bahan bakar kendaraannya meskipun mahal sekalipun.
"Maka dari itu, segeralah sarana ini dibangun dan tidak usah khawatir, karena ini alat ini sangat ramah lingkungan," ujarnya.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE