Mau Bangkrut...Eh GM Niat Bikin Mobil Baru

Mau Bangkrut...Eh GM Niat Bikin Mobil Baru

- detikOto
Senin, 01 Jun 2009 07:41 WIB
Mau Bangkrut...Eh GM Niat Bikin Mobil Baru
Jakarta - Menjelang bangkrut berarti General Motors mati kutu, mereka malah berencana akan membangun mobil kecil baru di AS sana.

Mobil baru ini akan dibangun di pabrik UAW-GM yang selama ini menganggur.

"Mobil kecil merupakan salah satu segmen yang berkembang baik itu di AS maupun di dunia," ujar CEO GM Fritz Henderson seperti dikutip situs resmi GM, Senin (1/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Henderson yakin mobil imutnya itu bisa menjadi pilihan bagi konsumen GM.

Pabrik UAW-GM diperkirakan bisa memproduksi 160.000 mobil per tahunnya.

Di bulan Juni ini GM memang dikabarkan semakin dekat menuju kebangkrutan.

Persiapan kebangkrutan segera dilakukan setelah tenggat waktu para pemegang obligasi untuk menerima proposal pengalihan utang ke saham atau debt for equity yang disponsori oleh pemerintah terlampaui.

Para pemegang obligasi memiliki waktu hingga Sabtu (30/5/2009) pukul 17.00 waktu setempat.Β 

Namun hingga tenggat waktu terlampaui, para pemegang obligasi GM yang merepresentasikanΒ  lusinan kreditor utama GM tidak ada yang berkomentar.

Namun New York Times melaporkan, para pemegang obligasi bersedia menerima penawaran debt for equity yang disponsori oleh pemerintah AS tersebut. Kesediaan pemegang obligasi untuk menerima tawaran itu menjadi modal kuat untuk segera mendaftarkan perlindungan kebangkrutan, chapter 11.

Dewan GM bertemu untuk kedua kalinya guna mereview perkembangan terakhir setelah tenggat waktu terlampaui. Mereka pun kini memfinalisasi rencana kebangkrutan yang akan menjadi salah satu kasus terbesar dalam sejarah korporasi AS itu.

Seperti dikutip dari Reuters, Minggu (31/5/2009), kebangkrutan GM akan menjadi kasus terbesar ketiga di AS. Kebangkrutan GM juga akan menjadi kasus terbesar dan paling kompleks untuk kebangkrutan sektor manufaktur.

Jika GM bangkrut, maka inilah akhir dari sebuah ikon korporasi besar AS. GM telah kehilangan pangsa pasarnya sejak awal 1980-an ketika masih memiliki pangsa pasar hingga 45%.

Seiring berjalannya waktu, GM kehilangan daya saingnya karena ketergantungannya padaΒ  penjualan jenis truk. GM bahkan baru saja kehilangan mahkotanya sebagai raja penjualanΒ  kendaraan, setelah dilibas Toyota. Kondisi GM semakin diperburuk oleh krisis kredit yang melanda negara adi kuasa itu.

Pemerintah AS sejauh ini juga telah memberikan berbagai suntikan dana agar GM tetap hidupΒ  demi para karyawannya. Namun suntikan dana itu dinilai tak mampu menyelesaikan persoalan GMΒ  yang masih terbelit besarnya utang. Pemerintah Obama juga telah memberikan kesempatanΒ  kepada GM untuk menyampaikan rencana restrukturisasi yang layak pada 1 Juni 2009.

Sejak pekan lalu, GM terus berpacu untuk menyelesaikan serangkaian kesepakatan untuk menyelesaikan proses kebangkrutan dengan secepat-cepatnya. GM dijadwalkan mendaftarkan perlindungan kebangkrutan pada Senin, 1 Juni 2009.

Pemerintah AS telah menyiapkan berbagai rencana untuk GM antara lain akan menginvestasikan US$ 60 miliar. Sementara US$ 12,5 miliar akan diberikan kepada perusahaan afiliasi GM, GMAC.

Saham GM pada penutupan perdagangan Jumat lalu juga sudah tersungkur hingga di bawah US$ 1, yang merupakan level terendah sejak Great Depression.

Didirikan pada tahun 1908, GM mampu menjual kendaraan lebih banyak ketimbang para pesaingnya selama periode 1931 hingga 2008, sebelum akhirnya diambil alih oleh Toyota.

Pangsa pasar GM di Amerika bahkan terus tergerus dari 54% pada tahun 1954 menjadi hanya 22% pada tahun 2008.

GM yang pada tahun 2004 mampu mencetak pendapatan hingga US$ 2,8 miliar selanjutnya terusΒ  merugi. GM kehilangan hampir US$ 88 mliar dari tahun 2005 hingga kuartal I-2009.

Jumlah karyawan GM juga terus berkurang seiring dilakukannya restrukturisasi. Pada tahun 1978, GM memiliki karyawan global hingga 850.000, dimana 600.000 diantaranya adalah pekerja di AS. Dengan jumlah karyawan itu, maka GM tercatat sebagai perusahaan swasta nasipnal AS dengan pekerja terbanyak.

Namun pada tahun 2005, jumlah karyawan menyusut menjadi hanya 335.000 orang dan angkanya terus berkurang hingga di bawah 200.000 untuk seluruh dunia pada tahun 2009 ini.

(qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads