Siswa-siswa SMK tersebut haruslah mampu mandiri dalam memproduksi kendaraan otomotif agar dapat menjadi masa depan Indonesia di bidang ini.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno ketika berbincang dengan detikOto, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joko pun menjelaskan bahwa ketika pertama kali membuat proyek ini pemerintah hanya berpikir untuk dapat membuat engine atau mesin sendiri.
Kini lanjut Joko mesin Esemka 1.5i yang digunakan di mobil Esemka sudah dapat ditangani dan diproduksi sendiri.
"Di mesin ini, kandungan lokal hasil karya kita sendiri sudah mencapai 70 persen," jelasnya bangga.
Namun ketika hal tersebut sudah dapat dilakukan, maka muncul obsesi lebih besar yakni membuat mobil sendiri.
Karena itulah kemudian Depdiknas mulai mendorong SMK-SMK pilihan untuk membuat mobil mereka sendiri.
Saat ini sudah ada 5 tipe mobil Esemka yang sudah selesai antara lain bermodel SUV, pick up double cabin, sedan, pick up single cabin dan van.
Hebatnya lagi menurut Joko, mobil-mobil ini dikerjakan dengan tangan dan hanya menggunakan alat-alat yang sederhana namun dengan hasil yang sangat memuaskan.
"Dan ini bisa dibilang sebagai sebuah lompatan yang luar biasa dari siswa SMK kita," ujarnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih