Toyota dan Daihatsu Kurangi Bikin Mobil

Toyota dan Daihatsu Kurangi Bikin Mobil

- detikOto
Kamis, 14 Mei 2009 13:10 WIB
Toyota dan Daihatsu Kurangi Bikin Mobil
Jakarta - Penurunan penjualan Toyota dan Daihatsu di bulan April 2009 lalu disebabkan karena stok yang berkurang sehingga jumlah unit yang mampu dikirimkan ke konsumen menjadi berkurang.

Berkurangnya angka penjualan Toyota dan Daihatsu tersebut bukanlah disebabkan karena naiknya harga produk atau pun tingkat suku bunga kredit yang masih tinggi.

Tetapi memang sengaja dikurangi untuk menjaga agar stok barang yang ada di pasaran tetap sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra kepada detikOto, beberapa waktu lalu.

"Kami memang sengaja mengurangi produksi kami agar stok barang di pasar tetap sehat," ungkapnya.

Alasan pengurangan produksi mobil tersebut lanjut Amelia merupakan sebuah respon dari krisis. Karena akibat krisis finansial yang terjadi, daya serap pasar jadi sangat menurun.

Sehingga bila produksi maupun distribusinya tidak dikurangi, akan terjadi penumpukan barang di pasar. "Dan itu tidak sehat," tandasnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Marketing Communication Manager PT Toyota-Astra Motor Achmad Rizal.

"Menurunnya distribusi produk Toyota ke konsumen (retail) bukanlah disebabkan oleh faktor itu (Kenaikan harga dan tingginya suku bunga)," jelas Rizal.

Namun lebih disebabkan karena terbatasnya jumlah unit yang tersedia.

"Unit yang kita produksi dan distribusikan kemarin memang sangat dibatasi karena adanya krisis. Sehingga jumlah yang dapat disalurkan menjadi berkurang dari bulan sebelumnya," tegas Rizal.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan dari dealer ke konsumen (retail), baik Toyota maupun Daihatsu di bulan April lalu sama-sama harus menelan pil pahit karena keduanya mengalami penurunan penjualan.

Penjualan retail Toyota hanya 11.983 unit berkurang dari bulan Maret yang mencapai angka 13.430 unit.

Sementara Daihatsu hanya sanggup menjual 4.888 unit saja. Berkurang dari bulan sebelumnya yang berhasil mencapai angka 5.970 unit.

Sedangkan untuk penjualan mobil Daihatsu dari pabrik ke dealer atau yang biasa di sebut wholesales pun ternyata juga mengalami hal serupa.

Karena bila di bulan Maret Daihatsu masih sanggup menyalurkan 7.385 unit produknya, maka di bulan April pabrikan Jepang ini hanya sanggup menyalurkan 5.682 unit saja.

Sementara untuk wholesales, Toyota mengalami nasib yang lebih baik.

Sebab bila di bulan Maret pabrikan yang menjadi market leader ini dapat menyalurkan 11.162 unit produknya, angka tersebut bertambah di bulan April.

Karena di bulan ke empat 2009 ini wholesales Toyota ternyata mengalami peningkatan menjadi 12.105 unit.

Kedua pabrikan ini pun sepakat bahwa penjualan mereka di bulan Mei akan meningkat dan kembali normal seperti sedia kala.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads