PT Denso Indonesia Corporation (Denso Indonesia) mengaku sangat terpengaruh di tengah pasar mobil yang sedang turun saat ini.
"Memang ada pengaruh dimana pasar mobil sedang turun saat ini," kata General Affair, Agus Setiawan di acara ramah tamah bersama wartawan dan komunitas motor Jakarta, Jum'at (8/5/09).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat pengaruh, penurunan sampai 25 sampai 30 persen," cetusnya.
Namun, perusahaan sebagai produsen suku cadang kendaraan seperti pendingin udara, busi, stick coil, filter, hingga radiator ini yakin dapat tetap bertahan dan terus meningkatkan kinerjanya dengan berkonsentrasi untuk mencapai target produksinya.
"Kita akan terus survive untuk mencapai target produksi di tengah krisis saat ini," ujarnya.
Denso pun meyakinkan walau pun terjadi penurunan kapasitas produksi, pihaknya akan mengindari terjadinya PHK dan akan terus berupaya mempertahankan karyawannya.
"Meskipun krisis terjadi, tapi kita tetap mempertahankan pekerja kita," ucapnya.
Untuk itu, Denso merubah sistem kerja yang yang biasa dilakukan. Karena bila biasanya pada hari libur seperti Sabtu karyawannya ada yang masuk lembur sekarang Denso tidak mengizinkan kerja lembur.
Dengan pemberlakuan jam kerja ini, PT Denso Indonesia bisa menekan cost yang sudah terlampau besar.
"Cost pun berkurang karena tidak ada biaya lembur," tukasnya.
(ikh/syu)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun