Irit Bensin dengan Compact Electrolisa

Irit Bensin dengan Compact Electrolisa

- detikOto
Rabu, 22 Apr 2009 13:06 WIB
Irit Bensin dengan Compact Electrolisa
Jakarta - Urusan modifikasi dan rekayasa, anak negeri jangan diremehkan mulu. Seperti halnya yang dilakukan Futung Mustari bersama tim Saving Energy, yang merekayasa air sebagai bahan bakar yang diubah menjadi gas hidrogen.

Penerapan rekayasa tersebut, diklaim dapat membantu proses pembakaran di ruang mesin, sehingga bahan bakar menjadi jauh lebih irit dengan emisi gas buang yang bersih.

Kok bisa? Melalui alat yang mereka namakan Compact Electrolisa yang kemudian diaplikasikan pada mobil atau motor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hidrogen yang membentuk gelembung udara lalu disalurkan ke manipol dan bercampur dengan bensin yang sudah dikabutkan oleh karburator menuju ruang pembakaran," ujar Futung kepada detikOto, di markas Saving Energy, Jalan Moh Kahfi 1, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Awalnya, alat tersebut hanya berupa sebuah tabung elektrolisa, yang dipasang kumparan magnetik untuk memecahkan campuran air destilasi dan soda kue hingga menjadi campuran gas hidrogen-hidrogen-oksigen (HHO). Hidrogen bersifat eksplosif dan oksigen yang mendukung pembakaran.

Gas HHO ini dalam tabung elektrolisa yang dialirkan lewat selang masuk ke ruang bakar mesin dan akan bercampur dengan gas hidrokarbon dari BBM. Dengan cara ini BBM dapat dihemat hingga mencapai 100%.

Hasilnya, lanjut insinyur ini, Hidrogen tersebut, karena sifatnya mengikat karbon, ruang bakar menjadi bersih, tenaga mesin bertambah, dan terjadi efisiensi penghematan bahan bakar.

Sampai saat ini, sejak 4 tahun lalu, riset mereka sudah menghasilkan 9 generasi dari alat perekayasa air sebagai suplement bahan bakar tersebut.

Kedepannya, mereka sedang mengembangkan alat terbaru yang diharapkan penghematannya bisa mencapai 200 persen.

Wow 200 persen hemat? Begini maksudnya jika sebelumnya 1 liter bisa untuk menempuh jarak 10 KM maka dengan alat ini efisiensi bahan bakarnya bisa mencapai 1 liter untuk 40 KM. Percaya?


(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads