Penerapan rekayasa tersebut, diklaim dapat membantu proses pembakaran di ruang mesin, sehingga bahan bakar menjadi jauh lebih irit dengan emisi gas buang yang bersih.
Kok bisa? Melalui alat yang mereka namakan Compact Electrolisa yang kemudian diaplikasikan pada mobil atau motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, alat tersebut hanya berupa sebuah tabung elektrolisa, yang dipasang kumparan magnetik untuk memecahkan campuran air destilasi dan soda kue hingga menjadi campuran gas hidrogen-hidrogen-oksigen (HHO). Hidrogen bersifat eksplosif dan oksigen yang mendukung pembakaran.
Gas HHO ini dalam tabung elektrolisa yang dialirkan lewat selang masuk ke ruang bakar mesin dan akan bercampur dengan gas hidrokarbon dari BBM. Dengan cara ini BBM dapat dihemat hingga mencapai 100%.
Hasilnya, lanjut insinyur ini, Hidrogen tersebut, karena sifatnya mengikat karbon, ruang bakar menjadi bersih, tenaga mesin bertambah, dan terjadi efisiensi penghematan bahan bakar.
Sampai saat ini, sejak 4 tahun lalu, riset mereka sudah menghasilkan 9 generasi dari alat perekayasa air sebagai suplement bahan bakar tersebut.
Kedepannya, mereka sedang mengembangkan alat terbaru yang diharapkan penghematannya bisa mencapai 200 persen.
Wow 200 persen hemat? Begini maksudnya jika sebelumnya 1 liter bisa untuk menempuh jarak 10 KM maka dengan alat ini efisiensi bahan bakarnya bisa mencapai 1 liter untuk 40 KM. Percaya?
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?