Pada bulan Maret 2009 TAM mencatat penjualan sekitar 11.162 unit atau turun 870 unit dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 12.032 unit.
Penurunan angka ini terjadi karena suku bunga kredit yang masih tinggi dan pemilu menunda konsumen untuk membeli mobil baru Toyota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adanya pemilu legislatif membuat konsumen menahan untuk membeli produk kami, jadi konsumen memasang aksi wait and see," ujarnya.
Namun, Rizal berharap jika setelah pemilu legislatif dan situasi kembali normal penjualan Toyota akan kembali pulih.
"Semoga lancar saja. Jika setelah pemilu legislatif dan RI 1 (Pemilihan presiden-red) lancar dan smooth, mudah-mudahan respon market membaik lagi sehingga pasar kembali membaik," tegasnya.
Selain itu, merosotnya wholesales Toyota Maret 2009 juga diperparah dengan suku bunga kredit yang tak kunjung turun. Tingginya suku bunga kredit membuat lesu pasar otomotif tanah air.
"Tidak menutup kemungkinan tingginya suku bunga kredit membuat konsumen enggan untuk mengkredit mobil dengan alasan efisiensi," ujarnya.
(ikh/ddn)










































