Ditelisik dari penjualannya, memang terjadi peningkatan di bulan Maret lalu, akan tetapi hal tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan masa kampanye dan pemilu.
Presdir Indomobil Niaga Internasional Gunadi Sindhuwinata pasang komentar mengenai hal tersebut,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gunadi, bila melihat pemilu tahun-tahun sebelumnya, memang terjadi peningkatan, tapi sama sekali bukan pemicu naiknya angka penjualan mobil.
Ia mencontohkan, pada saat pemilu tahun 2004 lalu, angka penjualan mobil mengalami kenaikan, "Akan tetapi, saat itu memang masanya pasar sedang segar," imbuhnya.
Saat ini, masih menurut Gunadi, adalah masa-masanya stabilisasi pasar. Ia mengharapkan, setelah pemilu keadaan pasar harus menjadi lebih baik.
Harapan tersebut sudah mulai terlihat dari hasil penjualan sementara pada data yang terdapat di Gaikindo.
Bulan Maret 2009 lalu, angka penjualan mobil mencapai 36.000 unit, naik tipis dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 34.000 unit.
Karenanya Gunadi menuturkan, meskipun sedang dalam suasana kampanye dimana banyak orang membutuhkan kendaraan, keadaan industri otomotif tidak akan serta merta dapat disegarkan dengan naiknya angka penjualan,
"Karena kan jarang sekali masa kampanye seperti ini, bisa mendongkrak penjualan sedemikian banyak. Kalaupun ada tidak akan terasa," ujarnya.
Karenanya, Gunadi berharap, apapun yang terjadi setelah pemilu usai nanti, kalaupun masih terjadi penurunan, setidaknya jangan sampai melebihi angka 30% seperti yang banyak diperkirakan berbagai kalangan.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?