Yaris Hybrid Belum Akan Masuk RI

Yaris Hybrid Belum Akan Masuk RI

- detikOto
Senin, 06 Apr 2009 10:11 WIB
Yaris Hybrid Belum Akan Masuk RI
Jakarta - Pecinta mobil Yaris yang ingin memiliki Yaris versi hybrid harus bersabar. Soalnya Toyota belum akan memasukkan Yaris hybrid ke Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Marketing Communication Manager PT Toyota-Astra Motor, Achmad Rizal, ketika berbincang dengan detikOto melalui telepon, akhir pekan lalu.

"Kita masih belum tahu, terutama mengenai policy-nya. Untuk indonesia masih wait and see," ujar Rizal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toyota Motor Co. di Jepang tengah mengembangkan Yaris hybrid untuk menyaingi popularitas mobil hybrid Honda yakni Honda Insight yang harganya jauh lebih murah daripada mobil hybrid keluaran Toyota yang lebih dulu hadir yakni Toyota Prius.

Rizal menuturkan yang bisa dilakukan TAM adalah dengan terus melakukan riset dan sosialisasi, supaya orang memahami bahwa hybrid itu tidak sulit.

Rizal juga mengantisipasi mengenai perbedaan harga yang disebabkan oleh
perbedaan teknologi tersebut. Sehingga nantinya, ketika teknologi hybrid dikeluarkan, konsumen tidak kaget dengan perbedaan harga yang terjadi antara versi konvensional dengan hybrid.

"Perbedaan harganya lumayan jauh. Di Amerika, Camry versi hybrid dengan
konvensional, harganya bisa berbeda sampai Rp 50 juta," ujarnya.

Masih menurut Rizal, selalin faktor diatas, sudut pandang konsumen juga perlu diperhatikan dalam membeli sebuah produk.

Rizal membandingkan cara pandang membeli produk di Amerika dengan di Indonesia.

"Disana orang membeli mobil hybrid karena perduli lingkungan, disini masih sebatas karena efisiensi BBM, lebih ke ngiritnya doang," ujarnya.

Karenanya, setelah dipertimbangkan, belum ada moment yang tepat untuk menuju ke arah sana.

Meskipun begitu, TAM tetap akan mengkampanyekan produk-produk yang ramah lingkungan, hal itu bisa dilihat dari produk-produk terbaru mereka seperti New Yaris yang sudah bisa meminum Bio-Etanol.

"Pokoknya kita galakkan dulu educationnya, lalu membuat persepsi, sehingga kalau ada perbedaan harga, konsumen bisa menerima," tutup Rizal.

(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads