Acara yang digelar untuk konsumen setia dari VW tersebut adalah untuk melakukan test drive varian-varian line up dari VW, seperti Golf GTI, Polo, Caravelle, dan Transformer.
Namun dengan sedikit rayuan, detikOto akhirnya diberikan kesempatan untuk ikut mencicipi salah satu dari varian-varian VW tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun bukan merupakan varian baru, namun detikOto mendapat bocoran VW akan mengluarkan minor change dari Golf GTI pertengahan tahun ini. Karenanya, varian lama ini bisa menjadi referensi untuk perbandingan dengan yang baru nanti.
Baiklah, tanpa berlama-lama, detikOto langsung diajak melakukan sesi test drive. Dari kesan sekilas, memang Golf GTI tidak berbeda dengan varian-varian hatchback lainnya. desain bodi yang compact, dengan garis dan lekuk yang sporty.
Setelah di dalam kabin, jok dengan nyaman memeluk punggung. Panel speedometer cukup jelas terlihat. Baru kemudian mesin dinyalakan, namun ruang kabin tetap terdengar senyap.
Dari raungan suara mesin yang terdengar dalam kabin, Sport VW transmisi matic, berkapasitas mesin 2000 cc TSI dengan kopling ganda, yang mampu menyemburkan tenaga sampai 200 dk ini, rasanya tidak mencerminkan sebagai mobil berperforma sport.
Tapi berbeda ketika mobil mulai melaju, entakan tenaganya sangat responsif, padahal tuas tetap dalam posisi D, meskipun panitia yang mendampingi menyarankan tuas dipindah pada posisi S yang berarti Sport. Namun melihat kondisi jalan yang masih relatif ramai, demi keamanan, detikOto mengurungkan niat tersebut.
"Atau mau coba tes di jalan tol, mas?," tanya panitia pendamping tersebut. "Ah, tidak usah, disini saja," jawab detikOto.
Karenanya, langsung saja detikOto mencari lintasan yang relatif sepi.
Setelah beberapa kali berputar-putar, akhirnya didapat track yang cukup panjang, dengan sedikit tikungan ringan, yang pastinya akan sedikit membuat jantung berdegup kencang.
Tuas rem diinjak, mobil berhenti. Tuas perseneling matic dipindah pada posisi S. Langsung saja gas dibejek spontan. Waw! Mobil melesat. Teknologi kontrol traksinya bekerja sempurna, karena mobil tidak mengalami gejala sliding sedikit pun ketika gas dibejek.
Pengemudi dan penumpang didalam kabin pun tidak sampai harus terdorong ke belakang, mungkin karena jok memang dengan stabil mengapit tubuh.
Suspensi cukup baik mengikuti maunya mobil, meskipun pada saat berjalan santai, terasa keras untuk ukuran sebuah sedan.
Lintasan hampir habis, detikOto melirik speedometer, jarumnya menunjuk angka 180 km/ jam. Tanpa perlu menggelengkan kepala tuas rem langsung diinjak.
Entah karena mobil terlalu kencang atau memang teknologi ABS dan ABD dari Golf GTI ini, yang membuat titik pengereman sedikit lebih jauh.
detikOto sudah merasa puas menjajal performa Golf GTI ini yang ternyata tidak bisa dibayangkan dari raungan mesin yang terdengar di ruang kabin. Perpindahan gigi saat tuas perseneling pada posisi D terjadi setiap 2.000 rpm sekali, namun ketika dipindah pada posisi S, perpindahan gigi terjadi setiap 7.000 rpm sekali.
Bisa dibayangkan bukan bagaimana putaran mesin 7.000 rpm pada sebuah mobil bisa memuntahkan tenaganya?
Dan kabarnya, minor change dari Golf GTI ini nantinya dijanjikan akan mengalami perubahan pada sektor mesin, meskipun kapasitasnya masih sama 2.000 cc TSI,
"Tapi daya kudanya pasti mengalami peningkatan, menjadi sekitar 211 dk," ujar Brand Manager GMM, Hary Novianto kepada detikOto, selepas test drive tersebut.
Bagi yang penasaran, tunggu saja bulan Juli nanti, karena varian terbaru dari Golf GTI akan diluncurkan bersamaan dengan gelaran IIMS di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB