Seperti yang telah dilakukan PT Mercedes-Benz Indonesia. Sampai saat ini
perusahaannya telah meningkatkan kandungan lokal pada mobil tipe C, E dan S hingga 40 persen.
"Kita mencoba meningkatkan kandungan lokal tipe C, E dan S hingga 40 persen," kata Deputi Director Logistik Ari Cahyono kepada detikOto di pabrik Mercedes-Benz, Desa Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini sudah ada beberapa supplier di Indonesia dan dari luar negeri yang terlibat kerjasama dengan PT Mercedes-Benz Indonesia untuk memenuhi kandungan mobil Mercedes. Salah satu supplier dari luar Indonesia adalah Singapura," tegas Ari.
Mercedes-Benz kini mendominasi pasar pasar kendaraan premium sebesar 67,4 persen pada tahun 2008 tetap optimistis terhadap perkembangan pasar otomotif di Indonesia.
Namun meski meningkatkan kandungan lokalnya, bukan berarti mutu kualitas Mercedes-Benz menjadi turun.
Bahkan Mercedes-Benz berusaha memberikan produk-produk yang terbaik yang dapat diterima konsumen dengan mengintensifkan kegiatan industri Mercedes-Benz di pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor.
Peningkatan kandungan lokal ini bertujuan untuk tetap menawarkan produk-produk Mercedes-Benz yang berkualitas tinggi namun dengan harga yang kompetitif.
Lokalisasi komponen ini dipertimbangkan untuk kegiatan produksi kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga seperti bus.
"Hal ini sangat memungkinkan dengan kapasitas produksi yang terpasang di pabrik Mercedes-Benz Indonesia yang berlokasi di Wanaherang sebesar 20.000 unit/shift/tahun," ujar President & CEO PT Mercedes-Benz Indonesia Rudi Borgenheimer dalam keterangan pers yang diterima detikOto, Kamis (19/3/2009).
Lokalisasi komponen mobil ternyata diterapkan juga oleh PT Ford Motor Indonesia.
Sejak kehadiran Ford Motor di Indonesia pada 2002, Ford telah melakukan lokalisasi komponen hingga 40 persen, sama seperti Mercy.
Meskipun produk Ford masih bersifat CBU (completely built-up) namun, komponen yang terkandung dalam produk Ford tetap memberlakukan regulasi dari pemerintah yaitu harus 40 persen kandungan lokal untuk bisa bersaing di pasar otomotif Indonesia.
"Produk Ford memang CBU, namun kandungan lokal sebesar 40 persen tetap kita
terapkan," kata Direktur Pemasaran Davy Tuilan kepada detikOto.
Menurutnya, dengan adanya terapan 40 persen kandungan lokal PT Ford Motor Indonesia lebih bisa bersaing di pasar otomotif Indonesia hingga ASEAN.
Sampai saat ini mobil Ford yang hadir di Indonesia masih mamanfaatkan komponen dan partikel lainnya dari supplier di Thailand, Singapura dan beberapa negara di ASEAN lainnya.
"Sampai saat ini kami masih menggunakan dari Thailand, Singapura dan beberapa negara di ASEAN lainnya," ucap Davi.
Selain itu, Ford sebagai industri otomotif global harus bisa berkontribusi dalam segi ekonomi dengan memberikan kesempatan industri lainnya berkembang. "Dan itu diberlakukan dimana Ford berpijak menjalankan usahanya," tegas Davi.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer