mungkin bisa menjadi solusi kemacetan Jakarta.
Akan tetapi, bagaimana dengan nasib tukang ojek yang selama ini anteng-anteng saja beroperasi membelah kemacetan Jakarta?
Kabarnya, keberadaan jasa transportasi ojek eksklusif, seperti Karat Trans, ataupun Fastrack, membuat para tukang ojek gerah, karena lahan rejekinya dimakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti Fastrack, misalnya, sebelum mengoperasikan unit-unitnya, mereka mengaku sudah mengkonfirmasi pada pangkalan ojek tempat mereka beroperasi.
"Kita bicarakan dengan mereka, apa pengaruh kehadiran kita. dan mereka tidak bermasalah," ujar Chief Executive Office Fastrack Ikhsan Hikhmatiar, ketika ditemui detikOto di kantornya, Jalan Warung Bambu, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (17/3/2009).
Ikhsan menambahkan, para tukang ojek tersebut tidak mempermasalahkan kehadiran mereka yang dianggap bisa mengambil lahan rejeki para tukang ojek tersebut.
"Mereka membiarkan konsumen untuk memilih, mau menggunakan ojek atau Fastrack," ujar Ikhsan.
Ikhsan justru mengharapkan, semakin banyaknya jasa ojek ekslusif seperti ini, justru pada akhirnya bisa membantu para tukang ojek untuk mendapatkan pekerjaan yang tetap,
"Akan tetapi, banyak dari tukang ojek yang masih enggan direkrut, alasannya, mereka tidak mau terikat," ujar Ikhsan.
Oleh karena itu, kita lihat saja, apakah kehadiran ojek eksklusif seperti ini, disinyalir bisa membuat transportasi lebih terorganisir, dan tidak semrawut, sehingga kedepannya bisa menjadi solusi kemacetan Jakarta?
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi