Namun, rasa-rasanya kurang yahud bila tidak menjajalnya langsung di jalan raya. Karenanya, detikOto mendapat kesempatan langsung menjajal mobil yang oleh bos Hyundai, Jongkie D Sugiarto disebut 'Si Mungil' ini dengan tipe varian iCool bertransmisi otomatis.
Pertama kali melihat tampilannya, memang jelas tergambar sosok city car yang tegas, dengan dimensi bodi ovalnya yang luwes bila dipandang, terlebih dengan grill depannya yang sporty.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah puas mengamati setup dashboard dan konsol-konsol yang multi fungsi, segera saja mesin dihidupkan, namun ruang kabin tetap senyap. Handel perseneling di turunkan pada posisi D, kemudian tinggal injak gas, maka melajulah Si Mungil ini.
Rute yang ditawarkan cukup menantang. Pertama menyusuri dalam kota Jakarta yang padat, namun Si Mungil ini dengan leluasa bisa meniru motor dengan selap-selip di jalan raya, lincah dan responsif untuk stop and go.
Beres menerabas kemacetan, tiba giliran memacu putaran mesin pada jalan bebas hambatan menuju kota Bandung.
Beres melintasi gerbang tol, langsung saja pedal gas diinjak secara spontan. Dua detik pertama, tenaga terasa mengisi, akan tetapi, tenaga seolah hilang setelah jarum RPM menunjuk angka 3.000. Akselarasi seperti terlambat, terjadi ketidakpaduan antara kedalaman injakan pedal gas dengan tenaga yang disalurkan, sehingga harus mematikan fungsi overdrivenya.
Merasa penasaran, detikOto mencoba versi transmisi manualnya. Ternyata, tipe manual tidak mengalami masalah akselarasi terlambat atau pun kekurangan tenaga. Cukup responsif untuk melakukan manuver-manuver secara spontan.
Kecepatan 120 km per jam diraih dengan mudah untuk mobil dengan kapasitas 1.100 cc ini, itupun pedal gas belum sepenuhnya mentok. Sayangnya, kondisi jalan tidak memungkinkan detikOto untuk mengekslorasi top speed Si Mungil ini. Akan tetapi, top speed 140 km per jam yakin bisa direnggut dengan keadaan jalan yang lengang.
Tiba-tiba, rute mengarahkan untuk keluar pada gerbang tol Purwakarta. Jadilah jalur berkelok dan menanjak harus ditempuh si mungil. Timbul kekhawatiran, apakah transmisi maticnya mumpuni untuk medan seperti ini.
Di luar dugaan, meski harus mematikan sistem over drive, tanjakan dilibas tanpa masalah. Juga kekaguman timbul pada handling yang dirasakan saat berbelok. Sangat stabil meski beberapa kali detikOto dengan sengaja memutar kemudi secara spontan. mobil tidak bergeming, dan tetap setia mengikuti arah kemudi.
Ruang kabin memang senyap dari raungan mesin, tapi ketika melintas jalan rusak, tiba-tiba terdengar gemuruh yang cukup mengganggu pada ruang kabin, serta suspensi yang dirasa cukup keras untuk ukuran sedan yang dklaim nyaman oleh pabrikannya ini.
Secara keseluruhan, handling dan konsumsi BBMnya cukup lumayan. 1 liter BBM sanggup menempuh 18 km.
Dengan taksiran harga mulai dari Rp 109.500.000 sampai Rp 132.000.000 off the road, rasanya cukup beralasan untuk memiliki si mungil ini, dengan berbagai kelebihannya seperti kecil, lincah, irit dan fasionable untuk desainnya. (bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB