Pertarungan Teknologi Jepang-AS di Mobil Listrik

Pertarungan Teknologi Jepang-AS di Mobil Listrik

- detikOto
Sabtu, 17 Jan 2009 14:14 WIB
Pertarungan Teknologi Jepang-AS di Mobil Listrik
Jakarta - Wilayah persaingan industri otomotif global di tahun depan sepertinya juga akan merambah ke wilayah 'mobil hijau' yang untuk saat ini kebanyakan masih merupakan sebuah konsep saja.

Karena untuk tahun 2010 mendatang, Chevrolet Volt dan Mitsubishi i-Miev sudah dipastikan akan bertarung dengan ketat untuk memperebutkan predikat sebagai mobil paling inovatif dan 'hijau' di tataran pasar otomotif global.

Hal ini sangat mungkin terjadi, karena kedua produk dari dua benua yang berbeda ini mengusung teknologi baterai yang bisa dibilang terdepan saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lihat saja kehebatan baterai lithium-ion yang disempalkan ke dalam tubuh Chevrolet Volt. Sebab, dari deretan baterai lithium-ion yang mempunyai 220 sel berdaya 16-kWh tersebut, Volt dapat melaju hingga lebih dari 64 km tanpa menggunakan bensin dan bebas emisi.

Apalagi, mesin elektrik yang setara dengan mesin bensin 2.0 tersebut juga dapat membawa Volt melaju hingga kecepatan 160km/jam dengan tenaga maksimum yang dihasilkan mencapai 150 hp dan torsi hingga 370 Nm.

Asyiknya lagi, meski mesin yang diusung Volt merupakan perpaduan antara mesin bensin E85 (etanol) dan baterai, mesin bensin yang hanya 'bermain' bila baterai telah mulai kehabisan energi ini, tidaklah mengeluarkan suara mekanis seperti layaknya mesin bensin konvensional.

Sementara dalam kondisi baterai penuh, i-Miev bahkan lebih hebat lagi. Karena walaupun hanya menggunakan rangkaian batrai lithium-ion yang hanya setara dengan mesin bensin 600cc,i-Miev ternyata dapat menempuh perjalanan hingga 160 km dengan kecepatan maksimun 140 km/jam.

Untuk pengisian ulang baterai, Volt hanya membutuhkan waktu selama tiga jam untuk sumber listrik yang memiliki tegangan 240V. Sementara bila sumber listriknya hanya mempunyai tegangan 120V, baterai Volt dapat terisi penuh dalam waktu delapan jam.

Sedangkan untuk mengisi penuh energi di baterai i-Miev, membutuhkan waktu yang lebih sebentar, yakni, hanya 7 jam saja, bahkan dengan waktu 30 menit, baterai i-Miev yang ngedrop telah dapat terisi hingga 80%. (syu/syu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads