Sebagian besar produsen otomotif ramai-ramai memamerkan jajaran mobil elektrik dan hybrid yang segera dipasarkan tahun 2009-2010 ini ketimbang memamerkan teknologi baru.
Produsen lain memamerkan lagi teknologi yang sudah diperlihatkan jauh-jauh hari sebelum Detroit Auto Show, seperti mobil yang bisa memaksa pengemudi untuk tetap di jalurnya, atau teknologi seperti wiper yang sangat peka terhadap hujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pameran mobil kali ini terlihat muram, menurutnya wajar karena, "Produsen mobil tidak bisa begitu saja menghamburkan dananya tetapi di sisi lain meminta dana talangan kepada pemerintah untuk mencegah kebangkrutan," ujarnya sambil merujuk 3 industri besar di AS yakni GM, Ford dan Chrysler yang meminta dana talangan ke pemerintah AS.
Mobil Baru
Meski ramai kritikan, produsen otomotif tetap memperkenalkan mobil barunya. General Motors dalam pameran kali ini mengeluarkan mobil listrik Chevrolet Volt, Chrysler memamerkan mobil konsep sedan 200C sedangkan Daimler mengeluarkan mobil konsep BlueZero. Sedangkan Ford memamerkan mobil konsep Lincoln C.
"Meskipun dari banyak tantangan yang kita hadapi, saya dapat berkata jujur saya belum pernah lebih menyukai kami prospek untuk masa depan," ujar Chairman Ford Bill Ford ketika dia memaparkan mengenai mobil listrik.
Mobil konsep Lincoln C memang cukup memiliki teknologi yang mutakhir, Lincoln C menerapkan teknologi "sync" yang bisa membuat pengemudinya mengakses telepon genggam, internet, atau perangkat lainnya.
Selagi mengemudi, komputer dalam mobil yang dinamakan Eva, akan membacakan berita-berita di media online atau surat elektronik. Cukup canggih bukan? Eva juga akan mengingatkan pengemudi jika bannya sudah terlalu aus, atau menyarankan jalan yang harus ditempuh untuk mnghindari kemacetan. (ddn/tbs)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta