Merupakan suatu hal yang wajib bagi para pengguna jalan untuk lebih mawas diri dengan keadaan ini, untuk tidak terlalu mementingkan kepentingan atau ego di jalan raya.
Sering saya menemui kondisi di jalan raya yang tidak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas, menyepelekan pengguna jalan lain (penyebrang jalan), tidak menggunakan alat keselamatan semestinya ( helmet, sepatu, jacket untuk pengendara motor).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini yang semestinya kita ambil pelajaran bahwa apabila kita menilai diri kita berharga, beradab, sudah barang tentu kita akan selalu senantiasa berhati-hati bahkan dalam berkendara. Karena jalan raya bukan kita sendiri yang pakai.
Memang industri otomotif saat ini menjadi salah satu primadona ekonomi kita terutama produksi motor pertumbuhannya sangat cepat, tetapi sekali lagi bukan hal minoritas atau mayoritas, superior atau inferior.
Karena jumlah motor paling banyak di jalan raya, pengendaranya bisa semau-nya di jalanan. Ingat bahwa motor kita rodanya hanya dua, keselamatan pengendara hanya didukung helm (itu pun kalau standar aman) setiap kejadian kecil apapun jiwa pengendara motor selalu paling rentan apabila terjadi kecelakaan.
Maka kita harus merasa jiwa kita sangat berharga bagi diri sendiri dan keluarga. Saya pernah membaca salah satu berita di negaranya Bang Obama, bahwa di sana kecelakaan di jalan raya menjadi faktor terbesar penyebab hancurnya ekonomi suatu keluarga (kepala keluarga yang meninggal atau cacat permanen tidak bisa lagi menafkahi keluarganya).
Apakah kita tega melakukan itu pada keluarga kita? hanya karena ego pengen kelihatan paling jago di jalan? Maka mulai saat ini mari kita benahi bahwa tidak ada ruginya kita saling mendahulukan kepentingan umum di jalan raya, apabila suasana jalanan tertib kita pula yang akan merasa nyaman, bukan?
Dan barang tentu bagi aparat berwajib seharusnya lebih tegas terhadap pelanggaran di jalan raya, karena semakin tertib, rendahnya tingkat kecelakaan pekerjaan aparat pun semakin ringan.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?