Hal tersebut disampaikan Head of Brand and Communication Lubricant Business PT Pertamina Redesmon Munir ketika dihubungi detikOto, Kamis (4/12/2008). "Pertamina tidak akan menurunkan harga olinya," tegas Redesmon.
Menurut Redesmon, harga minyak merupakan salah satu variabel komponen harga jual oli. Meski harga minyak sudah mulai turun, namun karena adanya pelemahan rupiah hingga 30 persen menjadi sekitar Rp 11.000 per dolar, dan tingkat inflasi yang sudah lumayan tinggi hingga 12 persen menahan harga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski inflasi dan rupiah melemah, di sisi lain, Pertamina juga tidak berencana menaikkan harga olinya. Karena daya beli masyarakat yang melemah membuat Pertamina berpikir masak-masak untuk menaikkan harga oli.
"Kita belum ada rencana menaikkan, apalagi daya beli rendah, angka pengangguran dari industri juga meningkat, ada yang banyak kehilangan pekerjaan, masak kita naikkan, secara ekonomi tidak logis," ujarnya.
(ddn/tbs)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik