Hal inilah yang dilihat PT INKA sebagai sebuah peluang positif yang dapat digarap. Karenanya PT INKA belum lama ini berencana mengeluarkan produk unggulannya, yakni, GEA untuk ikut meramaikan persaingan mobil di kelas citycar tanah air.
Hal tersebut tidaklah terlalu mengherankan, apalagi, bila kita mau melirik data yang dikeluarkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), yang menyatakan bahwa sebanyak 4.190 unit citycar terjual dalam semester pertama 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena sejumlah alasan itulah, GEA akan hadir dengan beberapa keunggulan yang dijanjikan untuk bersaing di segmen yang saat ini diisi oleh KIA Picanto, Hyundai Atoz, Chery QQ dan Suzuki Estilo. Tentunya ini dengan catatan baik eksterior atau interior GEA tak terlampau jauh jarak kualitasnya dari citycar lainnya di atas.
Harga yang murah adalah salah satu keunggulan GEA dibanding merek lain yang sejenis. Sebab, dengan bandrol yang hanya sekitar Rp 50 juta saja, konsumen kini sudah dapat memperoleh sebuah mobil nasional yang kandungan lokalnya mencapai angka 80% ini. Saat ini, citycar dengan harga termurah adalah Chery QQ dengan bandrol sekitar 78 juta.
Apalagi, GEA juga dibekali mesin berbahan bakar gas yang memiliki kapasitas 650cc dan dapat dipacu sampai dengan kecepatan 85 km/jam. Mesin tersebut pun juga terbukti sangat irit bahan bakar, sebab, mesin yang dapat bertransformasi hingga mampu mengkonsumsi BBM ini, hanya mengkonsumsi BBM sebanyak 25-30 km untuk setiap liternya.
Hal itu bukan sekedar omong kosong, karena angka tersebut didapat dari hasil ujicoba yang telah dilakukan pada jalur Madiun, Ngawi, Ponorogo, Pacitan dan Magetan. "Dari pengujian 10 ibu Km tersebut selama 3 bulan mulai April hingga Juli oleh tim kami, terbukti memang irit dan suara mesin pun nyaris tidak bunyi," kata Humas PT Inka Fathor Rashid.
Satu-satunya kompetitor yang paling dekat dengan GEA adalah citycar Tata Nano. Itupun dengan catatan, mobil India tersebut lolos uji untuk masuk ke Indonesia dan mampu mempertahankan rencana harga jualnya yang di India dibandrol Rp 25 jutaan per unit. Minimal tak melonjak berkali-kali lipat dari angka tersebut.
Jika ini yang terjadi maka kapak persaingan mobil di kelas citycar di Indonesia akan benar-benar seru. Dan beruntungnya, konsumen lah yang diuntungkan. Tinggal pemerintah yang harus menyiapkan infrastuktur lalu lintas yang memadai.
(syu/tbs)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan