Dudi
Jawaban
Salam kenal buat Bro Dudi, knalpot mio yang sering nembak knalpotnya akibat bahan bakar yang berbeda akan kita jelaskan secara detail disini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka oktan Premium dan Pertamax memang berbeda, premium punya angka oktan 82, sementara pertamax di kisaran 92 -95.
Angka oktan menyatakan kandungan molekul iso oktan di bensin. molekul ini yang menahan terjadinya detonasi atau ngelitik, makin tinggi oktan makin kuat terhadap kompresi tinggi. kompresi berbanding lurus dengan angka oktan. kompresi wajib diimbangi oktan tinggi.
Mengubah penggunaan Premiu, tergantung kompresi motor, dalam kondisi standart, motor 4 tak lokal punya spesifikasi kompresi kisaran 9:1 sampai 9,3:1 .
Kalau ingin tidak terjadi detonasi atau ngelitik, turunkan kompresi. Dengan cara mengganjal head silinder dengan paking yang lebih tebal.
Konsekuensinya tenaga bisa melorot, tidak masalah karena motor harian bukan buat balap.
Nah, dari kondisi angka oktan yang berbeda, kita bisa belajar dan mengambil kesimpulan secara logika, kenapa gejala nembak itu terjadi.
Saran saya kalau memang motornya memang masih standar ada baiknya diseting ulang setelan angin di karburator untuk penyesuaiaan, kembali menilai angka oktan bahan bakar, di setiap negara berbeda, dan di Indonesia memang masuk golongan kurang bagus.
Kita disini menganut Research Octane Number (RON), sedangkan negara lain menganut Pump Octane Number (POM). Angka POM didapat dari penjumlahan RONΒ dan MON (motor octane number), hasilnya dibagi dua.
Kalau angka RON pertamax dikonversikan ke POM, sudah pasti angkanya turun. Demikian dari saya semoga bisa membantu, jangan lupa buat Bro Dudi, untuk tetap safety riding dan selalu gunakan helm buat keselamatan, viva modifikasi.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu